JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak mengalami kenaikan layak diapresiasi. Kebijakan tersebut, kata dia, diambil melalui pertimbangan fiskal yang matang serta kehati-hatian dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Ini menunjukkan pemerintah mampu mengambil kebijakan yang tepat tanpa menambah beban masyarakat. Arahan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi tentu telah melalui perhitungan yang matang dan memperhatikan kondisi fiskal,” ujarnya, dikutip Jumat (10/4/2026).
Hekal menyebut kebijakan tersebut juga berperan penting dalam menjaga inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia pun menyoroti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan berdampak pada banyak negara. Bahkan, sejumlah negara memilih menaikkan harga BBM dalam negeri untuk mengurangi tekanan terhadap anggaran.
Komitmen Prabowo, menurut Haekal, sangat jelas tidak ingin menambah beban masyarakat di tengah situasi global yang menantang. “Presiden tidak ingin rakyat terbebani. Justru dalam kondisi seperti sekarang, negara harus hadir untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyayangkan pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengusulkan kenaikan harga BBM. Menurutnya. pandangan itu tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah saat ini berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
“Terus terang kami menyayangkan adanya usulan kenaikan harga BBM dari mantan wakil presiden. Saat ini pemerintah sedang berupaya keras agar masyarakat tidak terbebani, salah satunya dengan tidak menaikkan harga BBM,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )




