BEKASI, DISWAY.ID - Seorang korban kebakaran tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), Fajar Sidiq Budianto mengungkapkan kondisi keluarganya yang terdampak kejadian tersebut beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
BACA JUGA:Jokowi soal JK Laporkan Rismon dan Minta Tunjukkan Ijazah Asli: Biar Proses Hukum Berjalan
BACA JUGA:Update Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Fajar Kesal Warga Malah Sibuk Rekam Video saat Kejadian
Fajar mengatakan bahwa luka bakar yang diterima ayahnya merupakan luka paling parah diterima dibandingkan adik-adiknya dan Fajar.
Pasalnya, ayahnya rela memberitahukan kepada Fajar dan keluarganya yang berada di rumah untuk segera mengungsi karena adanya kebocoran dari pabrik tersebut.
"Bapak paling pertama, paling parah kali ya. Karena kan emang keluar oaing pertama, paling depan," jelas Fajar di Bekasi pada Jumat, 10 April 2026.
BACA JUGA:Modus Ngaku Utusan Pimpinan KPK, 4 Orang Ditangkap di Jakbar
BACA JUGA:Saiful Mujani Juga Dilaporkan atas Dugaan Ajakan Makar di Bareskrim
Sebab, sang ayah menerima luka bakar mencapai sekitar 60 persen dan tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibitung, Kabupaten Bekasi.
"Kalau untuk sekarang sih lagi masuk ICU, emang keadaannya belum stabil. Bapak sendiri mengalami luka bakar sekitar 60-an persen dan masih di lakukan perawatan intensif di RSUD Cibitung," ungkap dia.
Lebih lanjut, Fajar mengaku bersyukur bahwa sang ibunda tidak terkena keadaan serupa yang dialami dirinya.
"Ibu engga. Karena kalau ibu posisinya lagi kemo," kata dia.
Meskipun begitu, Fajar harus mengiklaskan kedua adiknya yang tewas dalam kejadian itu usai menerima penanganan intensif dari rumah sakit.
BACA JUGA:Manipulasi Laporan JAKI Pakai Foto Editan, Kasatpel Perhubungan Mampang Disanksi Tegas
- 1
- 2
- »





