Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dari Danantara.
IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dari Danantara. Rencana itu masih terus dikaji, termasuk opsi tukar guling PNM dengan PT Geo Dipa Energi (Persero), BUMN di bawah Kemenkeu.
PNM saat ini berstatus sebagai anak usaha bagian dari holding PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Group. Di bawah Kemenkeu, PNM bakal ditugaskan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, proses pengambilalihan PNM masih didiskusikan secara internal. Dia menegaskan, akuisisi PNM sangat penting untuk memperkuat efektivitas penyaluran KUR kepada pelaku UMKM.
“Sudah sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi masih kami bicarakan. Fokusnya bagaimana bisa mengambil alih PNM untuk supaya kami menyalurkan KUR,” ujar Purbaya di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ketua LPS periode 2020-2025 itu menjelaskan, langkah pengambilalihan PNM ini merupakan elemen kunci dalam strategi jangka panjang pemerintah untuk menciptakan institusi keuangan yang lebih terpadu dan khusus melayani sektor UMKM. Langkah ini juga sejalan dengan rencana kebijakan pendirian bank segmentasi UMKM dalam beberapa tahun ke depan.
Purbaya mengatakan, model bank yang sedang dirancang ini akan memiliki karakteristik berbeda dari bank komersial pada umumnya, di mana aspek keuntungan bukan menjadi tujuan utama. Dengan begitu, BRI nantinya tetap fokus pada kegiatan bisnis yang bersifat komersial.
“BRI kan profit oriented, (bank UMKM) ini bukan profit oriented. Iya tidak rugi, tapi tidak gila-gilaan bunganya. Yang penting pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM, didesain ekosistem yang menyeluruh,” katanya.
Di bawah BRI, PNM yang selama ini fokus menyalurkan pembiayaan mikro terus mencatat kinerja positif di mana pada tahun lalu membukukan laba bersih Rp1,13 triliun. Di periode yang sama, pendapatan PNM mencapai Rp15,78 triliun.
Sementara itu, Geo Dipa yang bergerak di bidang geothermal membukukan pendapatan sebesar Rp1,07 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut disokong dari dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yakni PLTP Dieng dan PLTP Patuha.
(Rahmat Fiansyah)





