BEKASI, KOMPAS.com – Penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bekasi dinilai memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam hal penghematan biaya operasional harian.
Muhammad Ircham Renza, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, mengatakan bahwa kebijakan WFH mampu mengurangi pengeluaran untuk konsumsi dan transportasi.
“Menurut saya, aturan WFH dapat menghemat biaya, terutama untuk biaya konsumsi. Karena kan tidak keluar uang untuk makan siang, dan juga uang transport,” ujar Renza kepada Kompas.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Tinjau WFH di Bekasi, Bima Arya Video Call ASN yang Bekerja dari Rumah
Dalam kondisi normal, Renza bekerja di kantor mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB dan menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi.
Ia mengungkapkan bahwa pengeluaran harian yang biasanya cukup signifikan dapat ditekan selama menjalani WFH.
“Kurang lebih bisa hemat Rp. 300.000. Karena biasanya sekali makan bisa Rp 25.000, seminggu Rp 100.000. Dan uang bensin per minggu mencapai Rp 200.000,” jelasnya.
Renza menuturkan bahwa pelaksanaan WFH tidak menimbulkan kendala berarti dalam pekerjaannya.
Baca juga: WFH ASN Perdana, Kantor Pelayanan Publik di Jakbar Tetap Beroperasi Normal
Hanya saja ia sempat mengalami gangguan teknis.
“Alhamdulillah tidak ada kendala yang benar-benar berarti. Hanya saja, paling jaringannya ya, suka terputus-putus,” katanya.
Renza menegaskan meskipun bekerja dari rumah, kinerja ASN tetap dapat dipantau oleh instansi melalui sistem berbasis lokasi.
Hal ini memastikan efektivitas kerja tetap terjaga.
“Selama WFH kami tetap harus mengaktifkan GPS, jadi kinerja kami tetap terpantau. Pekerjaan juga tetap berjalan efektif seperti saat bekerja di kantor,” ujarnya.
Baca juga: Beda WFH ASN dengan Swasta yang Diberlakukan Pemerintah
Ia juga menyadari kebijakan WFH, khususnya yang diterapkan pada hari Jumat, bukan dimaksudkan sebagai kesempatan untuk memperpanjang libur akhir pekan.
“Saya sadar bahwa WFH di hari Jumat bukan untuk dijadikan ajang long weekend. Tetap harus profesional dan menyelesaikan pekerjaan sesuai tanggung jawab,” tambahnya.
Dukungan keluarga, lanjut Renza, turut membantu kelancaran pelaksanaan WFH karena menciptakan lingkungan kerja yang kondusif di rumah.





