Ungguli UI! Prodi Biologi UGM Terbaik se-Indonesia Versi QS WUR by Subject 2026

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mempertahankan eksistensinya dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026. Prodi ini mencatatkan peningkatan signifikan dengan menempati peringkat 501–550 dunia, naik dari posisi 551–600 pada tahun sebelumnya.
 
Secara nasional, capaian ini menjadikan Biologi UGM sebagai peringkat pertama di Indonesia, disusul oleh Universitas Indonesia, kemudian Universitas Airlangga (551–600), dan IPB University (601–650).
 
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari komitmen fakultas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik visi-misi, target capaian, maupun indikator kerja utama, dengan berlandaskan Pancasila dan kekayaan biologi tropika Indonesia.

Budi juga menuturkan bahwa raihan peringkat dunia perlu dilihat secara proporsional. Ia menyebutkan, dengan jumlah program studi biologi di dunia yang mencapai ribuan, posisi ini menunjukkan bahwa Biologi UGM berada dalam kelompok yang cukup baik.
 
Terlebih, pada rentang 501–550, UGM berada sejajar dengan berbagai universitas dari negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, Austria, dan Denmark. "Tentu bangga dan bersyukur walau sekali lagi itu bonus. Ranking ini adalah sebuah motivasi untuk menuju tujuan utama kita bekerja dengan benar," ungkapnya dikutip dari laman UGM, Jumat 10 April 2026. Tiga Unsur Penguatan Ekosistem Akademik Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas reputasi akademik, Fakultas Biologi UGM terus mendorong penguatan ekosistem akademik secara berkelanjutan. Prof. Budi menuturkan ada tiga unsur yang gencar dikuatkan di lingkungan sivitas akademika.
 
Semua unsur tersebut, kata beliau, direkatkan oleh komunikasi yang baik, yang kemudian melahirkan kolaborasi serta menumbuhkan rasa percaya atau trust. Berbagai program pendukung seperti pendanaan penelitian, pengabdian masyarakat, hingga kolaborasi dosen dan mahasiswa juga terus dikembangkan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas luaran akademik.
 
"Ketika trust muncul akan ke kolaborasi dan semua itu bersinergi melalui komunikasi, kolaborasi, sinergi," sebutnya. Dosen Hasilkan 3 Karya per Tahun Selain itu, Budi menyoroti pentingnya melihat produktivitas akademik secara rasional, tidak semata-mata dari jumlah total publikasi. Dengan jumlah dosen sekitar 60–70 orang, Fakultas Biologi mampu menghasilkan ratusan publikasi internasional setiap tahun. Jika dihitung secara proporsional, produktivitas per dosen dinilai cukup tinggi.
 
"Dosen di Fakultas Biologi UGM itu berjumlah 68 kalau dihitung dengan 263 publikasi, satu orang sudah hampir mencapai tiga karya setahun. Penilaian seharusnya tidak hanya berbasis angka total, tetapi juga mempertimbangkan rasio terhadap jumlah sumber daya manusia," jelasnya.
 
Namun, yang tidak kalah penting menurutnya, konsistensi menjaga integritas dalam setiap proses akademik sangat diperlukan. Capaian yang baik harus diperoleh melalui proses yang benar, tanpa praktik kecurangan. Ia menekankan bahwa di lingkungan UGM, khususnya Fakultas Biologi, praktik curang demi mengejar peringkat merupakan hal yang paling dihindari.
 
"Nilai-nilai integritas tersebut diterapkan secara konsisten, baik dalam kegiatan perkuliahan, ujian, maupun praktikum di laboratorium," tukasnya.
 
Lebih lanjut, Prof. Budi menekankan, reputasi internasional ini tidak lepas dari pentingnya prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Ia mengibaratkan proses evaluasi dalam dunia akademik seperti mekanisme "recovery" pada makhluk hidup. Dalam biologi, proses pemulihan tidak selalu instan, tetapi melalui tahapan adaptasi, termasuk fase regenerasi.
 
"Seperti tanaman yang merontokkan daun untuk kemudian tumbuh kembali, evaluasi juga menjadi bentuk dari proses menuju perbaikan yang lebih baik," ungkapnya.
 
Fakultas Biologi UGM memiliki pekerjaan berat untuk tetap mempertahankan dan mengkaji keanekaragaman hayati. Sebab, Indonesia memiliki posisi strategis dalam kajian biologi global karena menempati peringkat kedua dunia dalam hal keanekaragaman hayati setelah Brasil. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan tersendiri karena dua pertiga wilayahnya berupa lautan, sehingga kekayaan biodiversitasnya tidak hanya di darat, tetapi juga di ekosistem laut.
 
"Capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sebagaimana kampus sebagai gudang ilmu. Prestasi adalah bonus, tetapi tujuan utama kami adalah menghasilkan karya yang berdampak dan berkelanjutan, bekerja, berkarya, bermanfaat," pungkasnya.

Baca Juga :

Peringkat 1 Indonesia! UGM Masuk 45 Besar Dunia Bidang Agama QS WUR by Subject 2026

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang PSIM vs PSM: Laskar Mataram Kehilangan Dua Pemain, Finishing Jadi Sorotan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Anggota DPR Zulfikar Suhardi Soal Proyek Pembangunan PSEL: Jawab Persoalan Pengolahan Sampah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Duel Pelatih PSIM Vs PSM di BRI Super League: Sama-sama Filosofi Eropa, Hasil di Lapangan Berbeda
• 21 jam lalubola.com
thumb
Tak Diberi Penalti, Barcelona Murka dan Adukan Wasit Liga Champions ke UEFA
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap 4 Penipu dan Sita Barang Bukti 17.400 Dolar AS
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.