jpnn.com - YOKOHAMA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla meresmikan Masjid As-Sholihin Yokohama di Yokohama, Jepang, pada Jumat (10/4).
Peresmian itu turut dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, tokoh masyarakat, dan komunitas muslim Indonesia di Jepang.
BACA JUGA: RPUW 2026, Cinta Quran Foundation Rilis Program 99 Masjid Asmaul Husna
Masjid As-Sholihin Yokohama menjadi masjid Indonesia pertama di Yokohama, sekaligus untuk kebutuhan umat Islam yang selama bertahun-tahun mengalami keterbatasan tempat ibadah.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, komunitas muslim Indonesia di Yokohama kemudian berinisiatif mencari lahan dan membuka penggalangan dana.
BACA JUGA: Jumlah Penerima Manfaat Masjid Ramah Pemudik Naik 122 persen Dibanding 2025
Upaya itu mendapat dukungan luas, mulai dari masyarakat, tokoh publik, hingga artis dan influencer, serta partisipasi umat Islam dari berbagai negara.
Tercatat lebih dari 1 juta muslim dari Indonesia dan berbagai negara lain ikut berwakaf dalam pembangunan masjid ini.
BACA JUGA: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jusuf Kalla: Kehilangan Besar Bangsa
Jusuf Kalla mengatakan bahwa pembangunan masjid ini merupakan hasil nyata dari semangat gotong royong lintas bangsa.
“Upaya mendirikan masjid ini membutuhkan kerja sama, gotong royong dari seluruh masyarakat Tanah Air dan juga dari berbagai negara. Ini merupakan amal sholeh yang baik untuk kita semua,” ujar Jusuf Kalla.
Dia menyoroti karakter masyarakat Jepang yang dinilainya telah mencerminkan nilai-nilai akhlak Islam, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan kebersihan. Ia berharap masyarakat Indonesia dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut.
“Masjid ini di samping sebagai tempat ibadah, juga tempat mempersatukan masyarakat. Masjid orang Indonesia bisa dihadiri orang NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, ya datang ke masjid bersama-sama, mazhab bisa berbeda, tetapi masjidnya sama,“ katanya.
Menurut dia, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat persatuan, pendidikan, dan kemajuan masyarakat.
“Saya bersyukur, telah meresmikan masjid yang menjadi tempat ibadah, tempat persatuan, tempat pendidikan, dan tempat memajukan masyarakat serta anak-anak kita semua,” kata dia.
Sementara itu, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Ustadz Fatih Karim mengungkapkan rasa bahagianya karena telah mampu menjadi inisiator Masjid As-Sholihin Yokohama dan mampu menyelesaikan pembangunannya.
“Inilah masjid, tempat di mana orang berkumpul dan bercerita kepada Tuhannya tentang hajat-hajat mereka. Inilah masjid yang dibangun bersama, dari timur tempat matahari terbit hingga terbenam di barat,” kata Fatih.
Dia juga mendoakan para pewakaf yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid ini.
“Saya berdoa kepada Allah, semoga mereka yang berwakaf, setiap matahari terbit dari Jepang mereka mendapatkan pahala, dan ketika terbenam di barat mereka juga mendapatkan pahala,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa Masjid As-Sholihin Yokohama adalah milik umat yang dibangun dengan dana umat.
Cinta Quran Foundation juga sedang membangun masjid Indonesia pertama di Edmonton, Kanada Barat.
Di Indonesia, program pembangunan juga terus berjalan melalui inisiatif pembangunan 99 masjid bersama Masjid Nusantara sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat bagi umat. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




