Wakil Ketua Umum DPP PKB Hanif Dhakiri mengungkapkan target besar partainya ke depan, termasuk mendorong Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), untuk maju sebagai calon presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2029.
Hal itu disampaikannya saat acara Halal Bihalal dan Penghargaan Kaderisasi PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Hanif menilai, di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif dan cenderung pragmatis, kekuatan utama PKB terletak pada kualitas kader.
Menurutnya, PKB tidak bisa mengandalkan kekuasaan atau logistik semata seperti partai lain, melainkan harus bertumpu pada sumber daya manusia yang unggul.
“Di tengah situasi politik yang hari ini ke depan makin kompetitif dan kemungkinan besar juga semakin pragmatis, maka salah satu yang paling bisa diandalkan oleh PKB adalah keunggulan kader-kadernya. Jadi PKB harus memastikan bahwa kader-kader kita di semua tempat itu unggul, kader-kader kita di semua tempat itu kompeten, kader-kader kita di semua tempat itu memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” jelas Hanif.
“Itu andalan kita. Nah kenapa? Karena medan politik PKB memang di sana, bukan yang lain. Yang lain mungkin ada menggunakan kekuasaan, ada menggunakan logistik, dan lain sebagainya, tetapi PKB kekuatannya adalah pada kekuatan kader, kekuatan sumber daya manusia,” lanjutnya.
Hanif menyebut pertarungan politik ke depan tidak hanya ditentukan oleh popularitas atau kekuatan finansial, tetapi juga kesiapan figur dalam memimpin.
“Ke depan, saya melihat bahwa pertarungan politik bukan semata soal popularitas, bukan semata soal logistik belaka, tetapi juga soal siapa yang paling siap untuk memimpin. Nah inilah ruang kosong yang mungkin bisa diisi oleh PKB untuk menyiapkan kader-kader di berbagai tempat yang benar-benar siap untuk memimpin,” ujar dia.
Ia pun secara eksplisit menyebut target besar partai yakni mendorong Cak Imin maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Hanya dengan begitulah, maka kita sebagai partai bukan hanya sekadar akan bertahan, tetapi ke depan juga bisa akan terus lebih besar. Bisa terus mencapai target-target yang menjadi tujuan besar kita, termasuk menjadikan Gus Muhaimin sebagai Presiden atau Wakil Presiden 2029 yang akan datang. Aamiin,” ujar Hanif.
Sementara itu, Cak Imin merespons santai dorongan tersebut. Ia mengaku belum memikirkan pencalonan dirinya pada Pilpres 2029 dan memilih fokus pada penguatan partainya saat ini.
“Haduh, sudah kita belum berpikir 2029 soal saya pribadi. Sekarang partai dulu lah,” tutur Cak Imin.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sikap politik PKB pada 2029, Cak Imin juga menyinggung peluang kuat Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju.
“2029 Pak Prabowo masih maju dan masih sangat kuat, karena itu ya PKB harus realistis. Pak Prabowo kalau maju pasti menang, dan kita dukung yang menang lah,” kata dia.





