Pemprov Sulsel Gandeng ITB Perkuat Pemanfaatan Geo-AI untuk Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Spasial

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung melalui Pusat Infrastruktur Data Spasial ITB untuk memperkuat pemanfaatan data geospasial dalam perencanaan pembangunan cerdas berbasis teknologi.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah melalui pemanfaatan data spasial yang lebih akurat, mutakhir, dan terintegrasi.

Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin menyatakan bahwa Geo-AI memiliki peran penting dalam pembangunan daerah di berbagai sektor strategis.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan Geo-AI mencakup pertanian, penataan ruang, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, hingga pengembangan kota cerdas.

Ia mengungkapkan, "Pendekatan geospasial sangat diperlukan untuk mendukung pemetaan, analisis keterkaitan penggunaan lahan dengan risiko bencana, serta penyusunan strategi mitigasi yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan wilayah."

Tantangan Pembangunan dan Urgensi Data Geospasial

Irawan menyebutkan bahwa tantangan pembangunan wilayah saat ini meliputi meningkatnya risiko banjir, perubahan tutupan lahan, serta berkurangnya daerah resapan air.

Kondisi tersebut memperkuat urgensi penggunaan data geospasial yang akurat guna meningkatkan ketepatan penanganan wilayah rawan bencana di Sulawesi Selatan.

Optimalisasi Data dan Dukungan Teknologi Global

Kepala Pusat Infrastruktur Data Spasial ITB, Budhy Soeksmantono menekankan prinsip dari Badan Informasi Geospasial dalam pengelolaan data pembangunan.

Ia menyatakan, "data diambil sekali dan digunakan berkali-kali" sebagai pendekatan efisien dalam pemanfaatan data geospasial.

Budhy menjelaskan bahwa saat ini data geospasial skala 1:5.000 telah tersedia di wilayah Sulawesi dan menjadi fondasi penting dalam kebijakan pembangunan.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi pemanfaatan data geospasial bergantung pada empat komponen utama yaitu data, platform, sumber daya manusia, dan regulasi.

Ia menegaskan, "Tanpa keempat hal ini, pemanfaatan data geospasial tidak akan optimal."

Budhy juga menyampaikan, "Data geospasial menjadi komponen penting yang mungkin tidak terlihat (invisible layer), tetapi berkontribusi besar dalam pengambilan keputusan."

Sementara itu, GM Regional Center SuperMap GIS Beijing, Evelyn Sun menjelaskan bahwa teknologi geospasial berbasis big data dan 3D memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah, khususnya dalam manajemen bencana dan perencanaan kota.

Ia mengungkapkan, “Workshop ini sangat produktif. Peserta mempelajari berbagai teknologi untuk manajemen kebencanaan, termasuk referensi dari China, Malaysia, dan Jepang.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunungan Sampah Pasar Kramat Jati Tuntas Dibersihkan, Armada Ditambah
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Gedung Dinas PUPR Tulungagung Digembok KPK, Segel Merah Terpasang di Berbagai Ruangan
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Seluruh Kelurahan di Jakarta Barat Ditargetkan Setop BAB Sembarangan pada Juni 2026
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Bruno Moreira Absen Lagi Lawan Persija, Rumor Buntunya Negosiasi Kontrak dengan Persebaya Makin Kencang
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Sopir Bajaj Diduga Dipalak di Tanah Abang, Setoran Disebut Capai Rp 100.000 per Hari
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.