Jelang Laga Lawan Persija, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares Sebut Kans Juara Persib dan Borneo Jauh Lebih Terbuka

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

 FAJAR, JAKARTA — Menjelang duel panas di ibu kota, Persebaya Surabaya datang dengan membawa dua hal sekaligus: kepercayaan diri yang tinggi dan kesadaran penuh akan beratnya tantangan. Laga kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada pekan ke-27 BRI Super League musim 2025/2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di fase akhir kompetisi.

Namun menariknya, di tengah fokus pada laga besar tersebut, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, justru melontarkan pandangan yang cukup realistis—bahkan cenderung jujur—soal peta persaingan gelar juara. Ia menilai peluang Persib Bandung dan Borneo FC jauh lebih terbuka dibanding tim-tim lain, termasuk Persija.

“Dari posisi di klasemen, Persib unggul,” ujarnya singkat, namun sarat makna.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Persib saat ini memimpin klasemen dengan konsistensi yang terjaga, ditopang oleh kedalaman skuad yang merata di setiap lini. 

Bagi Tavares, kekuatan Maung Bandung bukan hanya pada pemain inti, tetapi juga pada alternatif yang dimiliki di bangku cadangan—sebuah kemewahan yang tidak dimiliki semua tim.

Selain Persib, ia juga menyoroti Borneo FC sebagai pesaing serius. Pengalaman pahit saat timnya kebobolan hingga lima gol dari klub asal Kalimantan itu menjadi bukti konkret betapa berbahayanya mereka. Dalam kompetisi panjang, tim dengan konsistensi dan efektivitas seperti Borneo memang kerap menjadi ancaman nyata.

Di sisi lain, fokus utama Persebaya tetap tertuju pada laga terdekat. Menghadapi Persija di GBK bukan sekadar pertandingan biasa. Ada sejarah yang membayangi—dalam lima tahun terakhir, Persebaya belum pernah meraih kemenangan di stadion kebanggaan ibu kota tersebut. Statistik itu menjadi catatan yang tidak bisa diabaikan, tetapi juga tidak ingin dijadikan beban.

Tavares memilih pendekatan yang lebih rasional. Ia tidak ingin timnya terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Baginya, setiap pertandingan adalah cerita baru, dengan peluang yang selalu terbuka.

“Kami tahu ini tidak mudah. Tapi sepak bola selalu memberi peluang untuk kejutan. Kami datang bukan untuk bertahan, kami ingin menang,” tegasnya.

Persiapan Persebaya sendiri terbilang cukup ideal.

 Jeda kompetisi dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik para pemain yang sebelumnya terkuras akibat jadwal padat. Meski demikian, Tavares mengakui bahwa belum semua pemain berada dalam kondisi 100 persen. Tim pelatih terus memantau perkembangan kebugaran hingga mendekati hari pertandingan.

Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian sekaligus profesionalisme. Dalam fase krusial seperti ini, detail kecil—mulai dari kebugaran hingga keputusan taktik—bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Selain aspek fisik, strategi juga menjadi perhatian utama. Persebaya disebut telah menyiapkan pendekatan khusus untuk meredam kekuatan Persija yang dikenal memiliki kedalaman skuad dan fleksibilitas permainan. Bahkan jika beberapa pemain tuan rumah absen, Tavares menilai hal itu tidak akan mengurangi kualitas mereka secara signifikan.

“Persija tetap tim yang kuat. Mereka punya banyak pilihan pemain. Jadi kami harus benar-benar siap,” tambahnya.

Secara statistik, pertemuan kedua tim memang cukup berimbang. Dari 13 laga terakhir, Persebaya mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan. 

Namun catatan pertemuan pertama musim ini menjadi pengingat penting—Persebaya harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 1-3. Kekalahan tersebut kini menjadi bahan evaluasi, terutama dalam hal efektivitas dan disiplin permainan.

Dalam konteks yang lebih luas, pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin. Ini adalah ujian mental sekaligus pembuktian. Bagi Persebaya, menang di GBK berarti memutus tren negatif sekaligus mengirim pesan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di papan atas.

Sementara itu, pernyataan Tavares soal peluang juara juga mencerminkan realitas kompetisi saat ini. Bahwa di tengah ambisi dan harapan, ada tim-tim yang memang berada selangkah lebih depan—baik dari segi konsistensi, kedalaman skuad, maupun stabilitas performa.

Namun sepak bola tidak selalu berjalan lurus mengikuti logika. Justru di situlah letak keindahannya. Tim yang dianggap tidak diunggulkan kerap mampu menciptakan kejutan, mengubah peta persaingan, bahkan menulis sejarah baru.

Persebaya tampaknya memahami hal itu dengan baik. Mereka datang ke Jakarta bukan hanya membawa strategi dan kondisi fisik, tetapi juga keyakinan bahwa peluang selalu ada—selama pertandingan belum benar-benar usai.

Dan di bawah sorotan lampu GBK nanti, satu pertanyaan akan terjawab: apakah Green Force mampu menantang logika, atau justru kembali tunduk pada realitas yang selama ini membayangi mereka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Dody Tegaskan WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU karena Tugas Lapangan dan Penanganan Bencana
• 9 jam lalupantau.com
thumb
5 Debut Grup K-Pop Paling Dinantikan di Kuartal Kedua 2026
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 11 April 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
24 Tahun Dijalani Sendiri, Alasan Denada Bungkam Soal Identitas Asli Ayah Kandung Ressa Rizky
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Tes Kepribadian: Gambar yang Pertama Dilihat Ungkap Hubungan Percintaan
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.