Menkeu Purbaya Temui Gaikindo, Ini yang Dibahas

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa pada pekan ini telah menggelar pertemuan dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo membahas seputar perkembangan terbaru industri otomotif nasional.

Lewat keterangan resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tatap muka tersebut difokuskan untuk membahas penguatan pasar otomotif domestik serta percepatan transisi menuju kendaraan listrik (EV) dan hybrid di Indonesia.

Purbaya menyoroti tren positif penjualan kendaraan baru roda empat atau lebih selama kuartal pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didorong kuat oleh lonjakan adopsi kendaraan listrik yang kian signifikan di tengah masyarakat.

"Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan agar industri otomotif dalam negeri semakin kompetitif secara global, sekaligus mendorong transisi menuju kendaraan yang lebih bersih," ucap Purbaya di Jakarta, Kamis (9/4).

Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan kebijakan bagi industri otomotif dalam negeri. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi peningkatan daya saing dan transisi di bidang otomotif.

Melalui sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri di bawah naungan Gaikindo, Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia sekaligus menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Purbaya memberi sinyal adanya program bantuan dari pemerintah untuk belanja di sektor otomotif. Salah satunya adalah soal insentif, yang termasuk juga untuk mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

“Misalnya kalau perlu insentif, insentif seperti apa untuk mobil listrik dan lain-lain. Ini diskusinya belum selesai, nanti masih akan saya ketemu lagi dengan mereka,” kata Purbaya saat menerima aspirasi Gaikindo dan komitmennya untuk adakan diskusi lebih lanjut.

Menariknya, sang arsitek keuangan negara itu juga menyinggung rencana pemberian insentif untuk pembelian motor listrik baru. Purbaya membeberkan, nantinya skema yang dijalankan akan benar-benar baru dan berbeda dibanding kebijakan sebelumnya.

“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian kita akan bicarakan, tapi kita kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru, yang baru yang saya pikir, yang lama sih bukan saya yang handle,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya melontarkan pernyataan terkait pertumbuhan positif pasar otomotif pada awal dua bulan 2026. Ia menilai hal itu merupakan efek aktivitas ekonomi nasional yang berbalik menguat pada awal bulan ke-4 2025 dan berlanjut hingga tahun ini.

"Belanja masyarakat jelang bulan Ramadan tercermin dari Mandiri Spending Index yang mencapai 360,7 pada bulan Februari. Ini didorong dari konsumsi consumer goods, pendidikan, dan mobilitas, jadi ini trennya naik terus dan berlanjut," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTA Februari 2026, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Menkeu menambahkan faktor lainnya adalah indeks keyakinan konsumen bertahan tinggi di atas 100. Menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap solid dan ekspektasi masyarakat tetap optimis.

"Anda lihat lagi, indikator daya beli yang membaik antara lain dari industri otomotif yang melanjutkan tren positif dengan penjualan mobil tumbuh 2 digit pada bulan Februari 2026. Sepeda motor tetap stabil 1 persen dan mobil tumbuhnya 12 persen," bebernya.

"Itu melanjutkan tren penguatan sejak November dan Desember tahun lalu. Kalau dilihat di tahun 2025 itu cenderung bahkan positif terus sampai dengan September, November tahun lalu. Sekarang tetap positif. Jadi memang ada perbaikan real yang nyata dari daya beli masyarakat," terang Purbaya.

Hasil itu tentunya sedikit menumbuhkan optimisme terhadap pasar tahun ini. Sebab Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan penjualan mobil 2026 ditargetkan bisa tembus 850 ribu unit.

“Kita punya proyeksi penjualan di 850 ribu unit, berarti kita kasarnya optimistis ini akan membaik dibandingkan tahun 2025,” buka Jongkie kepada kumparan saat dijumpai di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Kamis (5/2/2026).

Kendati demikian, Jongkie mengungkap ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi angka penjualan mobil. Utamanya terkait pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

”Faktor-faktornya banyak sekali. Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi? Pemerintah bilang 5,2 persen. Alhamdulillah kalau memang bisa begitu,” ucapnya.

Selain itu, fluktuasi suku bunga bank turut menjadi faktor penentu, lantaran berpengaruh pada aktivitas kredit kendaraan. “Suku bunga, saat ini BI Rate 4,75, kalau pertengahan tahun turun lagi, lebih bagus,” imbuhnya.

Penjualan mobil per Februari 2026 mengalami pertumbuhan positif berdasarkan distribusi wholesales (pengiriman dari pabrik ke diler) maupun retail atau dari diler ke konsumen langsung. Rata-rata kenaikannya di atas 10 persen.

Data Gaikindo, penyaluran wholesales pada bulan ke-2 tahun ini jumlahnya mencapai 81.159 unit, atau mengalami kenaikan sekitar 12,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 dengan angka 72.356 unit.

Catatan serupa jika dibandingkan dengan awal bulan 2026 yang peroleh 66.472 unit atau alami lonjakan sebesar 22 persen. Pun dengan penjualan retail, per Februari lebih tinggi 11,9 persen dibanding bulan yang sama tahun 2025.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Lepas Lagi Jutaan Barel Minyak Darurat, yang Kedua sejak Perang dengan Iran
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ciri Kepribadian Perempuan yang Memiliki Rutinitas Minum Teh di Pagi Hari
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Atlet Gagal ke Kejuaraan Angkat Berat Dunia karena Dimintai Rp339 Juta, Ini Respons Pabersi Bali
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
5 Fakta Jelang Final Indonesia vs Thailand: Dari Efek PFL hingga Strategi Transisi Mematikan Héctor Souto
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Bupati Tulungagung Dibawa KPK ke Jakarta
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.