Harga Emas Dunia Naik Sepekan, Pasar Masih Cermati Isu AS-Iran

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah tipis pada Jumat (10/4/2026), namun tetap mencatat kenaikan mingguan seiring pelemahan dolar AS.

Harga Emas Dunia Naik Sepekan, Pasar Masih Cermati Isu AS-Iran. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah tipis pada Jumat (10/4/2026), namun tetap mencatat kenaikan mingguan seiring pelemahan dolar AS setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sementara pelaku pasar masih menilai keberlanjutan kesepakatan tersebut serta implikasinya terhadap suku bunga.

Baca Juga:
IHSG Naik 6 Persen Sepekan saat Rupiah di Kisaran All-Time Low

Emas spot turun 0,33 persen menjadi USD4.749,68 per ons pada Jumat, tetapi secara mingguan masih menguat sekitar 1,56 persen.

“Pembeli emas mulai kembali mengendalikan narasi pekan ini dengan pola higher lows setiap hari yang didukung gencatan senjata sementara. Pertarungan besar diperkirakan terjadi di level USD5.000; jika mampu menembus kembali di atasnya, reli bullish bisa kembali menyala,” kata trader logam independen Tai Wong, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Tipis Rp3 Ribu, Cek Rincian Lengkapnya

Gencatan senjata yang telah berlangsung dua hari menghentikan kampanye serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran, namun belum meredakan blokade Selat Hormuz maupun konflik paralel antara Israel dan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.

“Ketika ketegangan di Timur Tengah mulai mereda, muncul ekspektasi lebih tinggi terhadap kemungkinan penurunan suku bunga, dan dolar pun tertekan, yang membuat emas tetap mendapat dukungan,” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

Baca Juga:
Deretan Saham Penghuni Top Losers Sepekan, Ada CHEM, FILM hingga ATAP

Dolar AS mencatat pelemahan mingguan, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Data menunjukkan harga konsumen AS melonjak paling tinggi dalam hampir empat tahun pada Maret, dipicu kenaikan harga minyak akibat perang serta dampak lanjutan tarif.

Inflasi yang tetap tinggi membatasi ruang bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, permintaan emas di India sedikit meningkat menjelang festival penting, meskipun harga yang tinggi masih menekan sentimen, sementara premi emas di China dilaporkan menyempit. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Klaim Sudah Bersihkan Selat Hormuz dari Ranjau Laut
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Semifinal Kejuaraan Asia 2026: Kalah Dramatis dari Ganda Korea, Fajar/Fikri Gagal ke Partai Puncak
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Perkuat Keandalan untuk Stakeholder Strategis, PLN Laksanakan Recovery Air Bushing 500 kV di GISTET Paiton
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Update KPK OTT Gatut Sunu Wibowo: Siapa Saja Pejabat Pemkab Tulungagung yang Ikut Terseret?
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Menteri Dody Tegaskan WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU karena Tugas Lapangan dan Penanganan Bencana
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.