Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Gatut Sunu Wibowo Bupati Tulungagung ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
“Bupati tiba di Gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” kata Budi Prasetyo Juru Bicara KPK dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026) yang dikutip Antara.
Sementara itu, pihak lain yang turut diamankan dalam OTT saat ini diberangkatkan ke Surabaya usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Tulungagung sejak kemarin petang. “Kami akan update terus perkembangannya secara berkala,” ujarnya.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT, sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Diketahui, pada Jumat (10/4/2026), KPK mengamankan total 16 orang dalam OTT di Tulungagung, Jawa Timur. Salah satunya adalah Gatut Sunu Wibowo Bupati Tulungagung. Operasi ini menjadi OTT ke-10 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.
Sebelumnya, KPK telah melakukan serangkaian OTT sejak awal tahun. OTT pertama dilakukan pada 9-10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.
OTT kedua berlangsung pada 19 Januari 2026 dengan penangkapan Maidi Wali Kota Madiun. Ia kemudian diumumkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait proyek dan dana CSR di lingkungan Pemkot Madiun.
Pada hari yang sama, KPK juga melakukan OTT ketiga dengan menangkap Sudewo Bupati Pati, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa.
OTT keempat terjadi pada 4 Februari 2026 di KPP Madya Banjarmasin terkait kasus restitusi pajak. Masih di tanggal yang sama, OTT kelima juga diumumkan terkait kasus impor barang tiruan, yang menyeret Rizal Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Kemudian OTT keenam diungkap pada 5 Februari 2026 terkait dugaan korupsi sengketa lahan di Pengadilan Negeri Depok, dengan sejumlah tersangka termasuk pimpinan pengadilan.
Selanjutnya, OTT ketujuh diumumkan pada 3 Maret 2026 dengan menetapkan Fadia Arafiq Bupati Pekalongan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing.
OTT kedelapan dilakukan pada 10 Maret 2026 dengan penangkapan Muhammad Fikri Thobari Bupati Rejang Lebong dalam kasus dugaan suap proyek.
Sementara OTT kesembilan berlangsung pada 13 Maret 2026 dengan penangkapan Syamsul Auliya Rachman Bupati Cilacap terkait dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi. (ant/bil/iss)




