Mengapa Melahirkan Harus Terlentang? Ini Fakta Sejarahnya!

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pernah bertanya-tanya kenapa banyak ibu melahirkan dengan posisi terlentang di tempat tidur? Padahal, secara alami tubuh perempuan justru lebih “siap” melahirkan dalam posisi tegak.

Dikutip dari BBC International, selama ribuan tahun, perempuan di berbagai belahan dunia melahirkan dengan posisi seperti jongkok, berlutut, atau setengah duduk. Posisi ini bukan tanpa alasan, gravitasi membantu bayi turun melalui jalan lahir, sekaligus memberi ruang lebih lebar pada panggul.

Menariknya, posisi jongkok bahkan bisa memperlebar diameter panggul hingga sekitar 2,5 cm, sehingga proses persalinan berpotensi menjadi lebih lancar.

Dari Tradisi ke Praktik Modern

Lalu, kenapa sekarang posisi terlentang justru lebih umum?

Menurut sejumlah ahli, praktik ini tergolong “relatif baru” dalam sejarah persalinan, mulai berkembang sekitar 300–400 tahun terakhir. Salah satu tokoh yang sering dikaitkan dengan perubahan ini adalah dokter asal Prancis, François Mauriceau.

Ia menyarankan posisi berbaring karena dianggap lebih praktis, terutama bagi tenaga medis. Seiring waktu, praktik ini semakin umum digunakan di rumah sakit modern, hingga akhirnya dianggap sebagai standar.

Namun, pendekatan ini juga mengubah cara pandang terhadap persalinan. Dari proses alami, persalinan menjadi lebih ter-medikalisasi, dengan ibu dalam posisi pasif di atas tempat tidur.

Tapi, Apa Kata Sains?

Seiring berkembangnya penelitian, posisi melahirkan kembali jadi perhatian. Sejumlah studi menunjukkan bahwa posisi tegak, seperti berdiri, duduk, atau jongkok—dapat memberi beberapa manfaat, seperti:

Selain itu, posisi tegak juga membantu aliran darah dan oksigen ke janin tetap optimal, karena tidak ada tekanan pada pembuluh darah besar di tubuh ibu.

Namun, penting diingat, setiap posisi tetap punya pertimbangan masing-masing, terutama pada kondisi medis tertentu.

Peran Lingkungan saat Momen Persalinan

Menariknya, pilihan posisi melahirkan juga dipengaruhi oleh tempat persalinan. Dalam penelitian, ibu yang melahirkan di birth center—dengan fasilitas seperti bola lahir atau bangku persalinan—lebih banyak menggunakan posisi tegak dibandingkan ibu yang melahirkan di ruang bersalin rumah sakit yang hanya menyediakan tempat tidur.

Artinya, lingkungan dan fasilitas ikut menentukan bagaimana ibu bisa bergerak dan memilih posisi yang nyaman.

Saat ini, semakin banyak pendekatan persalinan yang mendorong ibu untuk lebih aktif bergerak dan memilih posisi yang dirasa paling nyaman.

Beberapa panduan internasional bahkan menyarankan agar ibu tidak harus melahirkan dalam posisi terlentang, terutama jika tidak ada indikasi medis.

Pada akhirnya, setiap persalinan itu unik. Yang terpenting, Anda mendapatkan informasi yang cukup dan merasa nyaman dengan pilihan yang diambil, baik itu posisi terlentang, duduk, jongkok, atau lainnya. Karena saat ibu merasa nyaman dan didukung, proses melahirkan pun bisa berjalan lebih optimal, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Godok Wacana 'War Ticket' Haji untuk Atasi Antrean Panjang
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Melania Trump Bantah Terlibat Jeffrey Epstein: Ada Niat Cemarkan Reputasi Saya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Disebut masih dapat uang dari Pinkan Mambo, Michelle Ashley akui mandiri finansial sejak usia 16 tahun
• 8 jam lalubrilio.net
thumb
[FULL] BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering, Riau Siaga Karhutla
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Transjakarta Kembali Buka Layanan Rute B11 Sampai Summarecon Bekasi
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.