Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi. Kejadian ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih tergolong cukup tinggi.
Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 3 detik pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 11.15 WITA. Namun, ketinggian kolom abu tidak dapat teramati secara visual.
Saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level II (Waspada). Oleh karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung, serta pengunjung atau wisatawan, agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak memercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Meski demikian, warga diharapkan tetap mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Imbauan ini ditujukan khususnya bagi masyarakat di wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Masyarakat diharapkan selalu mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
Pemerintah daerah setempat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Editor: Redaksi TVRINews





