tvOnenews.com - Tanggapan Gubernur Dedi Mulyadi usai ditantang oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan untuk bertukar posisi.
Melalui unggahan di media sosial Instagram miliknya, Gubernur yang akrab disapa KDM itu menanggapi dengan hangat tantangan yang diberikan oleh Kristantus.
"Buat bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya, mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain," kata Gubernur Jawa Barat tersebut.
Kristantus tantang Dedi Mulyadi bertukar posisi
- tim tvOnenews
Pernyataan Kristantus beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan dan viral di media sosial.
Hal itu dipicu oleh ketidakpuasannya karena kepemimpinannya kerap dibandingkan dengan Dedi Mulyadi, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.
Tak terima gaya kepemimpinannya terusdibanding-bandingkan, Kristantus geram dan menantang KDM untuk bertuka posisi dengan dirinya.
"Ada yang mau pinjam Dedi Mulyadi 3 bulan. Suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalimantan Barat, ayo bertukar kita, saya mau liat," ucapnya.
Kristantus ungkap perbedaan daerah Jawa Barat dengan Kalimantan Barat
- Instagram @dedimulyadi71
Kristantus menjelaskan bahwa wilayahnya tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat karena sangat berbeda.
"Saya tegaskan, Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan provinsi Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat itu luasnya cuma 43.000 km2, APBD-nya Rp31 triliun. Provinsi Kalimantan Barat 1,11 kali pulau Jawa, 171.000 km2 itu luas Kalimantan Barat, APBD-nya Rp6 triliun lebih," ucapnya tegas
Kristantus sebut akan cium lutut KDM jika berhasil pimpin Kalbar
Tak hanya itu, merespons banyaknya warga Kalimantan Barat yang membandingkan kinerjanya dengan Dedi Mulyadi, Kristantus bahkan melontarkan tantangan terbuka.
Ia menyinggung kemungkinan “meminjam” Dedi Mulyadi selama tiga bulan untuk memimpin Kalimantan Barat, lengkap dengan anggaran Rp6 triliun guna membuktikan kemampuannya dalam membangun daerah tersebut.
"Kalau dia bisa, kucium lututnya," kata Kristantus.
"Nah itu yang terjadi, jadi tidak bisa dibandingkan, bapak ibu dan saudara-saudara, kekuatan fiskal kita berbeda, luas kita berbeda," imbuhnya




