Ketum PBNU Berharap Gencatan Senjata Iran-AS Jadi Permanen

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dalam dua pekan.

Ia bahkan berharap genjatan senjata bisa dilakukan selamanya. "Berharap ini menjadi permanen. Gencatan senjata ini diikuti menghentikan kekerasan sama sekali," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya dalam Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga
  • 9 Tanya Jawab Ini Menjelaskan Negosiasi Gencatan Senjata AS dan Iran di Islamabad
  • Analis AS 'Kuliti' Presidennya Sendiri: Iran Beri Pelajaran Pahit ke Trump yang Gegabah
  • Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami

Gus Yahya mengatakan, berhentinya kekerasan ini harus didukung dan disyukuri. Menurutnya, kekerasan dalam bentuk apapun harus dihentikan karena mengancam seluruh kemanusiaan.

Ia juga mengapresiasi keaktifan Pakistan dalam memoderasi Iran dan AS hingga tercapainya gencatan senjata. "Apresiasi pemerintah Pakistan yang telah berupaya untuk menjadi penengah di dalam komunikasi antara pihak berkonflik," ucapnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Apresiasi juga disampaikan kepada negara-negara Teluk yang sampai hari ini tidak membalas serangan kepada Iran. Pun tidak berkenan menjadi basis serangan terhadap Iran.

"Mengapresiasi negara-negara Teluk itu tidak membalas serangan, bahkan menolak wilayah masing-masing untuk dijadikan basis menyerang Iran," katanya.

Sebelumnya, Gus Yahya sudah bertemu dengan sejumlah duta besar negara-negara yang terlibat dan terdampak langsung, seperti Iran, Amerika Serikat, Arab Saudi, hingga Turki.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa Indonesia harus memposisikan diri sebagai sahabat. Hal ini mengingat negara-negara yang terlibat langsung dalam peperangan ini adalah negara-negara sahabat. "Oleh karena itu kita harus mendudukkan diri sebagai sahabat," jelasnya.

Perang dan kekerasan di mana saja dan apapun alasannya, menurutnya, adalah bencana kemanusiaan yang harus dicegah. "Dan kita upayakan dihentikannya sesegera mungkin," ujarnya.

Perang ini berdampak tidak saja pada negara-negara yang terlibat, tetapi bagi dunia. Dampak ini jelas menyulitkan bagi negara-negara yang ada dan masyarakatnya. Karenanya, ia menilai hal itu harus dihadapi bersama-sama mengingat tidak ada yang bisa mengelak dari ini.

"Semua negara terdampak dan semuanya berjibaku dampak ini," jelas Gus Yahya.

Oleh karena itu, PBNU menginisiasi Gerakan Peningkatan Ketahanan Sosial. Ia menilai budaya gotong-royong dan tolong-menolong di tengah masyarakat Indonesia menjadi nilai penting dalam menghadapi tantangan dan dampak dari perang ini.

"Mari kita berkonsolidasi bersama untuk mengupayakan kemaslahatan bersama supaya kita selamat bersama-sama," ujarnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsenal dalam Momen Krusial, Mikel Arteta Ogah Bahas Kontrak Baru
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Lemhannas Dorong Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang Demi Stabilitas Global
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Bersyukur Jakarta Kini Jadi Kota Teraman Nomor 2 se-ASEAN
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Ketegangan AS–Vatikan Meningkat usai Kritik Paus terhadap Kebijakan Trump
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lagi, Ratusan Dapur SPPG di Wilayah II dan III Disuspend
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.