Jakarta: Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kegiatan tersebut mengambil tema Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara bernostalgia terkait kedekatannya dengan pencak silat. Prabowo menyampaikan bahwa dirinya sudah 30 tahun menjadi pengurus PB IPSI.
"Kalau tidak salah sebagai Wakil Ketua Umum 4 periode, kemudian sebagai Ketua Umum lima periode," kata Prabowo saat dikutip dari Youtube Setpres, Sabtu, 11 April 2026.
RI 1 kemudian menyampaikan alasan ketertarikannya dengan pencak silat. Hal itu tak lepas dari pengaruh keluarga dan saat aktif masa militer. Prabowo menyampaikan, kakeknya merupakan pendiri perguruan pencak silat, yaitu Setia Hati Terate di Madiun.
Baca Juga :
Tepis Narasi Negatif, Seskab: Situasi TerkendaliSaat di militer, Prabowo juga memilih bela diri pencak silat. Terutama saat masuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
"Begitu saya masuk di dinas saya di pasukan khusus, di baret merah waktu itu juga diwajibkan belajar pencak silat, karena waktu itu pembina TNI AD, yaitu Jenderal Mung Parhadimulyo itu pembina Merpati Putih, jadi kita semua harus belajar merpati putih," ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat menghadiri pembukaan Munas XVI PB IPSI. Foto: Youtube Setpres.
Pembukaan Munas IPSI dihadiri sejumlah pejabat. Di antaranya, Meteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prbaowo.
Kemudian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, Presiden Pencak Silat Federation Indonesia Zainudin Amali, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius, Dirut PLN Darmawan Prasodjo,




