Dukung Penangkapan Ikan Sapu-sapu Secara Masif, Pramono: Jika Dibiarkan Ikan Lokal Hilang

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan setuju jika pengendalian ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta dilakukan secara masif.

Ia menilai spesies invasif tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Pramono juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di sungai kawasan sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia pada Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Pemprov DKI Respons Masifnya Sapu-sapu di Kali Ciliwung, KPKP Diminta Turun Tangan

"Saya termasuk yang kemudian menyetujui kalau kemudian diadakan secara masif untuk menghilangkan atau mengurangi ikan sapu-sapu," ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

"Karena kalau dibiarkan, ikan-ikan yang lain hilang. (Ikan) wader dan sebagainya pasti akan hilang," tegasnya.

Pramono mengaku turut memantau proses penangkapan ikan sapu-sapu di sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. Ia menjelaskan, spesies yang berasal dari Amerika Selatan tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Menurut dia, ikan sapu-sapu juga dapat memakan berbagai jenis makanan sehingga berpotensi mengganggu ekosistem sungai. Selain itu, ia menilai ikan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

"Bahayanya adalah dagingnya pasti mengandung kontaminasi dengan zat-zat sesuatu yang berbahaya," jelas Pramono.

Ikan ditangkap lalu dimatikan

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kehutanan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat Halimah mengatakan, jumlah ikan sapu-sapu yang ditangkap pada Jumat mencapai 40 ekor. Ikan-ikan tersebut kemudian dimatikan untuk selanjutnya dikuburkan.

Penangkapan dilakukan di kawasan bantaran Kali Kanal Barat (BKB) Ciliwung, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang.

Baca juga: Membongkar Mitos Sapu-Sapu: Bukan Predator, tapi Tetap Hama Sungai

"Penangkapan untuk pengamanan sungai. Sebab jumlah ikan yang cukup banyak di lokasi berpotensi menarik perhatian masyarakat," tutur Halimah saat dikonfirmasi Kompas.com.

Menurut dia, banyaknya ikan di lokasi tersebut berpotensi membuat masyarakat tertarik untuk memancing atau mengambil ikan secara langsung. Karena itu, penangkapan dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan warga.

"Juga menjaga keselamatan masyarakat di sekitar sungai dengan menghindarkan konsumsi ikan secara sembarangan," tutur Halimah.

Ia mengimbau masyarakat tidak langsung mengambil maupun mengonsumsi ikan dari sungai tanpa memastikan keamanan dan kelayakannya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Karena ikan tersebut bisa saja terpapar pencemaran," tambah Halimah.

Kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu tersebut sempat viral di media sosial. Wali Kota Jakarta Pusat Arifin juga memantau langsung aktivitas yang dilakukan oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transjakarta Kembali Buka Layanan Rute B11 Sampai Summarecon Bekasi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkot Surabaya Terapkan WFH Setiap Jumat, ASN Diawasi Ketat Wajib Penuhi Kinerja
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Tembus Rp2,86 Juta per Gram
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Pesan Tegas Ketum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa: Perempuan Harus Jadi Benteng Budaya
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Dubes Pakistan: D-8 berpeluang bertransformasi di bawah RI
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.