Saina Tazkiya Zulala Azizi (17 tahun), seorang santriwati Pondok Pesantren Al Muhajirin, Cilangkap, Tapos, Kota Depok, yang dilaporkan hilang sejak Februari lalu akhirnya ditemukan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Jumat (3/4).
Paman Zulala, Makus, mengatakan keponakannya itu ditemukan oleh tiga santri. Saat itu, Zulala hendak berangkat ke Banjarmasin bersama temannya.
"Saya mendapatkan kabar kalau Zulala ditemukan oleh tiga orang santri di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, pada hari Jumat (3/4) pukul 09.55 WIB dalam keadaan sehat. Lalu, saya mengkonfirmasi kerabat yang berada di Surabaya untuk menjemput Zulala," kata Makus saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4).
"Ada temannya karena Zulala mau dibawa ke Banjarmasin," tambahnya.
Paman Zulala belum mengetahui motif keponakannya itu hilang hampir tiga bulan.
"Saya belum tanya-tanya kenapa, biar mengalir saja," tuturnya.
Ia mengatakan, keluarga sangat senang dengan kembalinya Zulala. Makus sendiri mengaku khawatir hingga menangis memikirkan nasib keponakannya tersebut saat menghilang.
"Sangat senang Zulala kembali, sampai saya menangis dan memikirkan bagaimana cara pulangnya, karena Zulala sendiri tidak punya identitas," jelasnya.
Menurut pamannya, Zulala sempat berpindah-pindah tempat selama hilang hingga akhirnya ditemukan di Surabaya.
"Dari Terminal Cibinong menuju Bandung, dari Bandung ke Tasik, dari Tasik ke Jakarta, dari Jakarta berakhir di Surabaya," ungkapnya.





