Islamabad: Delegasi Iran menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026, menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB.
Dikutip dari Yeni Safak, pertemuan ini dilakukan Iran menjelang dialog dengan Amerika Serikat (AS) yang merupakan tindak lanjut dari kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada 8 April lalu.
Pertemuan yang dimulai pukul 13.30 waktu setempat (08.30 GMT) itu diperkirakan membahas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat, serta proposal 10 poin dari Teheran yang dinilai sebagai kerangka negosiasi untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Ghalibaf, didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Wakil Dewan Keamanan Nasional Ali Bagheri Kani. Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Perundingan yang dikenal sebagai “Islamabad Talks” ini disebut sebagai negosiasi paling signifikan antara Iran dan Amerika Serikat sejak 1979. Proses dialog berlangsung dalam format langsung maupun tidak langsung dengan mediasi dari Pakistan.
Sebelumnya, Qalibaf menyatakan bahwa serangan Israel yang berlanjut di Lebanon, masuknya drone ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Iran untuk memperkaya uranium merupakan bentuk pelanggaran terhadap gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan.
Perundingan ini dinilai menjadi momen krusial untuk menentukan tercapai atau tidaknya perdamaian permanen, di tengah konflik yang telah menewaskan ribuan orang, mengganggu pasar energi global, serta melumpuhkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Upaya mediasi Pakistan turut mendapat dukungan dari sejumlah negara, termasuk Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir.
Baca juga: Lebanon Tegaskan Tak Mau Negosiasinya dalam Konflik Diwakilkan Iran



