Prabowo: Pencak Silat adalah Jati Diri Bangsa, Membentuk Karakter dan Jiwa Kesatria Indonesia

disway.id
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

BACA JUGA:Prediksi Chelsea vs Manchester City: The Blues Terancam Rekor Buruk di Stamford Bridge

Menurut Presiden, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kehormatan, kerendahan hati, serta komitmen untuk membela kebenaran dan keadilan.

“Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa seorang pendekar tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan. 

BACA JUGA:Teknologi Estetika Dorong Tren Perawatan Preventif dan Ageless Beauty

Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.

“Ajaran guru-guru kita semakin berisi, semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan, santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu membela kebenaran, selalu membela yang lemah, selalu membela yang tertindas, selalu membela keadilan, selalu membela kebenaran,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap budaya sendiri di tengah arus globalisasi. 

Ia mencontohkan bahwa ia selalu bangga menggunakan pakaian-pakaian dari berbagai daerah dalam acara kebangsaan.

BACA JUGA:Bangga Hector Souto Saat Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final ASEAN Championship 2026

“Kita bangga pakai teluk belanga, kita bangga pakai kopiah, kita bangga pakai sarung, kita bangga pakai songket. Ini budaya kita. Kau lihat sudah berapa Presiden, sebelum saya Presiden Jokowi, saya. Tiap hari kebangsaan kita pakai pakaian kita sendiri dari macam-macam daerah. Mungkin bulan ini atau tahun ini kita pakai dari daerah ini, kita gantian. Kita bangga dengan budaya kita sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri atau merasa inferior terhadap budaya asing. Sebagai bangsa yang selalu menghormati semua negara dan bangsa, Presiden juga mengingatkan agar tidak melupakan penghormatan pada bangsa sendiri.

“Bangsa yang besar, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” tegasnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disnaker DKI Jakarta Buka Lowongan Tenaga Ahli 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Dubes Iran Sebut Kapal yang Keluar dari Selat Hormuz Harus Ikuti Protokol: Keadaan Sangat Berbahaya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
KCIC Tegur Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan di Padalarang
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Jalur Pendakian Rinjani Dipastikan Aman Usai Perbaikan Menyeluruh
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Beri Peringatan Keras ke Safrie Ramadhan, Na Daehoon Ancam Bakar Baju Pemberian Pacar Jule untuk Anak: Emang Kamu Siapa?
• 27 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.