jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi dukungan tokoh-tokoh nasional Indonesia terhadap Iran.
Ia mengungkap adanya serangkaian pertemuan yang dilakukannya dengan tokoh-tokoh nasional Indonesia sebagai langkah memberikan dukungan.
BACA JUGA: Info Terbaru soal Perundingan AS-Iran setelah Israel Menyerang Lebanon
"Tujuan dari kunjungan dan pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan mereka terhadap Republik Islam Iran," kata Dubes Boroujerdi seusai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu.
Selain sebagai bentuk terima kasih, Dubes Boroujerdi mengatakan bahwa dalam kesempatan yang sama ia menyampaikan kepada para tokoh tentang kondisi Iran di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel.
"Saya juga memberikan semacam laporan, reportase terkait kondisi terkini di Republik Islam Iran," tambahnya.
Dalam rangkaian pertemuannya tersebut, lanjut Boroujerdi, dia tak hanya menemui para mantan presiden maupun berbagai tokoh agama Indonesia, tetapi juga para budayawan serta tokoh penting lainnya.
Dubes Boroujerdi pun menghargai dukungan luas dari para tokoh serta masyarakat Indonesia kepada Iran selama diserang AS dan Israel hingga di tengah upaya mencapai perdamaian saat ini.
Adapun terkait kemungkinan bertemu Presiden RI Prabowo Subianto, Dubes Boroujerdi mengatakan bahwa ia akan merasa sangat terhormat apabila nanti dapat diterima dan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
"Jika beliau, Bapak Presiden (Prabowo), memberikan kehormatan tersebut kepada saya, maka saya akan sangat berterima kasih," ujarnya.
Dubes Boroujerdi diketahui telah bertemu dengan sejumlah tokoh nasional, termasuk para mantan presiden RI, di saat negaranya sedang berperang melawan AS dan Israel.
Dalam safari diplomatik yang dijalankannya, Dubes Boroujerdi telah menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Boroujerdi juga menemui Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, cendekiawan Islam Din Syamsuddin bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, serta mantan gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




