Kapal Tanker RI Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Negosiasi Mesti Berlanjut

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa kapal-kapal yang tertahan di Selat Hormuz masih perlu melalui tahap negosiasi dengan otoritas Iran mengingat ketegangan di kawasan belum reda.

Merespons pertanyaan terkait nasib kapal tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa situasi dinamis akibat perang membuat negara yang kapalnya terdampak harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan otoritas militer Iran.

Baca Juga :
Pakistan jadi Penengah Iran dengan AS, Ini Alasannya!
AS-Iran Berunding Malam Ini di Pakistan

Delegasi Iran: Menlu Iran dan Ketua Parlemen Iran tiba di Islamabad
Photo :
  • presstv.ir

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," kata Dubes Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.

Dia pun menyampaikan bahwa protokol tersebut, termasuk negosiasi, masih perlu dilakukan oleh semua negara yang kapalnya terdampak tanpa terkecuali.

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, menjelang negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz dengan alasan risiko ranjau laut.

Namun demikian, pada Jumat, 10 April 2026, Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya karena semua ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat ditemukan.

Menyingkirkan ranjau laut justru jauh lebih sulit daripada memasangnya. Terlebih, baik Iran maupun AS tidak memiliki kemampuan pembersihan ranjau dengan cepat dan memadai.

Sementara itu, terkait nasib kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan Pemerintah Indonesia supaya kapal tersebut dapat melintas dengan aman.

Tindak lanjut pun telah dijalankan pihak-pihak terkait, khususnya perwakilan RI di Teheran, dalam aspek teknis dan operasional, tetapi belum dapat dipastikan kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

Selat Hormuz, Iran
Photo :
  • ANTARA/Anadolu

Adapun menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.

Baca Juga :
Kondisi Terbaru Mojtaba Khamenei Terungkap: Wajah Rusak hingga Cedera Parah di Kaki
Waktu Pelaksanaan Perundingan AS-Iran Hari Ini Diundur?
Apa yang Terjadi Jika Perundingan AS-Iran Hari Ini Gagal?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca 12 April 2026: BMKG Warning Hujan Lebat di Jawa dan Papua!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Mantan Wapres AS Harris Pertimbangkan Pencalonan Presiden 2028
• 58 menit lalutvonenews.com
thumb
Dites Urine, 3 Preman Pemalak Tukang Bubur di Tanah Abang Positif Narkoba
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Inara Rusli Ngaku Kehilangan Job hingga Sulit Gaji Karyawan Gegara Isu Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi: Ngaruh ke Psikis
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Selain Memeras, Bupati Tulungagung Terlibat Atur Vendor Pengadaan Alkes RSUD dan Jasa Sekuriti
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.