Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan penurunan angka pengangguran terbuka (TPT) menjadi 10.400 jiwa pada tahun 2027. Target ini ditetapkan seiring tren penurunan yang terjadi dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, jumlah penganggur tercatat menurun dari sekitar 11.400 jiwa pada 2024 menjadi 11.000 jiwa pada 2025, dengan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,80 persen.
Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto, mengatakan posisi Mataram sebagai pusat ekonomi membuat tantangan ketenagakerjaan lebih kompleks dibanding daerah lain.
“Tingginya urbanisasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka pengangguran di wilayah perkotaan. Namun, tren penurunan yang terjadi saat ini merupakan indikator positif,” ujar Mohammad Reza, Sabtu, 11 April 2026.
Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi program pemerintah, seperti pelatihan kerja dan pengembangan sektor ekonomi kreatif serta jasa yang mampu membuka lebih banyak lapangan kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, menyebut target penurunan pengangguran tersebut cukup realistis.
“Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis melalui program sosial, pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, penguatan UMKM, serta program padat karya yang langsung menyasar masyarakat,” jelas Muzakkir.
Ia menambahkan, berbagai program yang telah berjalan dinilai mampu menjaga tren positif penurunan pengangguran. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemberdayaan terus didorong agar tenaga kerja lebih kompetitif di dunia kerja.
Pemerintah berharap, dengan konsistensi program dan kolaborasi berbagai pihak, target penurunan pengangguran di Kota Mataram dapat tercapai sesuai rencana.
Editor: Redaktur TVRINews





