Artemis II Picu Ledakan Ekonomi Luar Angkasa, Bisnis Baru Bermunculan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Misi Artemis II tak hanya berdampak pada ilmu pengetahuan melainkan juga kepada perkembangan ekonomi luar angkasa khususnya di bulan. Keberhasilan misi itu juga memunculkan banyak bisnis luar angkasa baru seperti penambangan sampai pengembangan infrastruktur di bulan.

Dikutip dari Yahoo Finance pada Minggu (12/4), Brady-Estevez yang merupakan pendiri sebuah perusahaan investasi yang tertarik mendanai proyek-proyek bulan serta infrastruktur pendukungnya yakni American DeepTech menjelaskan beberapa potensi bisnis baru terkait bulan. Utamanya adalah penambangan di bulan.

“Perkiraan saya, ekstraksi sumber daya di bulan akan jauh lebih bernilai dibandingkan produksi sumber daya di bumi. Jika Anda memikirkan puluhan triliun dolar di Arab Saudi dan Venezuela, lalu membandingkannya dengan sumber daya di luar planet seperti bulan, asteroid, dan benda langit lainnya, nilainya bisa berkali-kali lipat lebih besar,” ujar Brady-Estevez

Menurut Braddy, potensi itu akan berkembang dalam 10 tahun ke depan. Hal ini karena sampel batuan bulan menunjukkan bahwa bulan juga bisa menjadi sumber unsur tanah jarang. Selain itu, fokus pemerintahan Presiden Donald Trump pada eksplorasi bulan membuka peluang bagi semakin banyak kemitraan publik dengan swasta.

Helium-3 yang digunakan untuk pencitraan medis (MRI) dan pendinginan komputer kuantum juga terdapat di bulan. Nilainya mencapai USD 20 juta per kilogram.

Artinya, membuat tambang di bulan dan pengangkutannya ke bumi menjadi layak secara ekonomi. Bahkan, perusahaan Finlandia, Bluefors kini telah bekerja sama dengan perusahaan Amerika, Interlune untuk tujuan tersebut. Keduanya merupakan perusahaan swasta.

Saat ini, China merupakan pemasok sebagian besar unsur tanah jarang secara global. Hal itu penting untuk elektronik, energi bersih, produksi mobil, dan lainnya. China juga memanfaatkan posisi ini ketika Trump mengancam tarif 100 persen terhadap China, dengan memperingatkan bahwa pasokan bisa dihentikan sepenuhnya. Trump kemudian mundur.

Selain itu, potensi bisnis lainnya di bulan adalah pembangunan infrastruktur. Hal ini karena Trump menjadikan pemukiman manusia permanen di bulan sebagai bagian dari kebijakan luar angkasa nasionalnya.

Permukiman manusia juga tidak akan layak tanpa pasokan makanan. Maka, saat ini sudah muncul perusahaan-perusahaan yang meneliti jenis tanaman yang dapat tumbuh secara efektif di tanah bulan yang disebut regolit.

Selain itu, menurut Brady bulan juga akan membutuhkan jaringan internet dan komunikasi lunar. Perusahaan seperti Starlink milik SpaceX memiliki teknologi yang berpotensi memenuhi kebutuhan ini.

Adapun saat ini AS memang tengah berfokus pada infrastruktur di bulan tersebut termasuk soal energi. U.S. Department of Energy dan NASA sedang mendanai pengembangan reaktor nuklir yang akan ditempatkan di bulan pada tahun 2030.

Potensi bisnis yang tak kalah penting adalah pengembangan obat dan chip AI dalam mikrogravitasi. Brady menjelaskan bahwa mikrogravitasi yang terdapat di bulan dan di International Space Station (ISS) sangat bermanfaat untuk penelitian medis, terutama kanker.

Penuaan tumor eksperimental yang membutuhkan hingga 10 tahun di bumi bisa terjadi hanya dalam sembilan hari di kondisi mikrogravitasi. Dengan begitu, riset mengenai penyakit bisa lebih cepat.

“Hal ini memungkinkan penelitian ilmiah dan R&D berlangsung jauh lebih cepat. Amerika Serikat menghabiskan beberapa triliun dolar per tahun untuk layanan kesehatan, sehingga mikrogravitasi diperkirakan akan terus mempercepat pengembangan obat,” ujarnya.

Selain itu, mikrogravitasi juga merupakan lingkungan ideal untuk menumbuhkan kristal bebas cacat yang dibutuhkan dalam semikonduktor dan chip AI. Ia mencatat bahwa satu kristal dapat diproduksi di luar angkasa dan dibawa kembali.

World Economic Forum memperkirakan pada tahun 2035, ekonomi luar angkasa global akan bernilai lebih dari USD 1,8 triliun. Bahkan, SpaceX baru saja mengajukan IPO dengan target valuasi USD 2 triliun.

Terkait misi bulan, meski sebelumnya Trump mengemukakan gagasan untuk memangkas anggaran NASA sebesar USD 5,6 miliar menjadi USD 18,8 miliar dengan menghapus 40 misi. Program pendaratan bulan Artemis senilai USD 731 juta adalah salah satu program yang akan tetap dipertahankan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Dorong Ekonomi Rakyat dan Perkuat Ketahanan Gizi Nasional
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Banyak yang Salah Paham, Ini Lirik dan Makna
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Perundingan Gencatan Senjata Iran-AS akan Diperpanjang Sehari
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kapal Pertamina Wajib Ikut Protokol Lintasi Selat Hormuz, Dubes Iran: Perlu Negosiasi
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Sempat Sakit, Begini Kondisi Terkini Nikita Mirzani di Penjara
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.