HARIAN FAJAR, SURABAYA – Kekecewaan mendalam melanda Bonek setelah Persebaya Surabaya kalah telak 0-3 atas Persija Jakarta, Sabtu (11/3/2026) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Buntut kekalahan ini memicu banjir kritik pedas Bonek. Bahkan banyak yang heran karena pelatih Bernado Tavares memainkan Pedro Matos dan Milos Raickovic.
Persija Jakarta berhasil mencetak tiga gol melalui Allano Lima lewat penalti pada menit ke-15 dan dua gol dari Eksel Runtukahu pada menit ke-54 dan 76. Sementara itu, Persebaya Surabaya tampil tanpa perlawanan berarti dan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Bonek Mania yang mengikuti jalannya pertandingan langsung meluapkan kekecewaan mereka melalui kolom komentar unggahan Instagram resmi klub. Mereka mempertanyakan keputusan pelatih dalam memilih pemain dan meragukan kualitas skuad yang ada saat ini.
Seruan Evaluasi dan Perombakan Tim“Kita punya Gali dan Malik Risaldi tapi malah memainkan Riyan dan Pedro Matos padahal musuh kita sekelas Persija,” kata akun @bvsthom_ yang menyoroti pilihan pemain dalam pertandingan tersebut.
Pengguna lain, @cahyokenzi, menambahkan, “Mainmu ruwet, Matos jangan dimainkan gak iso opo-opo. Bingung karepe dewe.”
Sementara itu, @inisialcpk_ menegaskan, “0 shot on target, 90 menit lapo ae? wkwk.” Pernyataan ini menggambarkan frustrasi fans atas minimnya peluang yang diciptakan Persebaya.
Lebih jauh, @bramantharajn menyerukan agar sejumlah pemain seperti Raickovic, Perovic, Lelis, dan Gustavo segera diganti dan menambahkan lima pemain lokal berkualitas. “Musim ini ta anggap berakhir!” katanya tegas.
“Matos iku pemain ta? Sprint, passing, finishing pas-pasan kabeh! Evaluasi,” beber @baihaqirral. Kritik serupa datang dari @kimplynxx_ yang menilai, “Lawan Persija gak iso build up sangat menyedihkan.” Hal ini menunjukkan bahwa taktik dan eksekusi permainan juga menjadi sorotan utama.
Dalam konteks yang sama, @aldayulianto menyarankan agar musim depan Persebaya mendatangkan pemain lokal dan asing berkualitas untuk mengangkat performa tim. Ia mencontohkan Bhayangkara yang mengalami peningkatan performa signifikan setelah kedatangan Sidibe pada putaran kedua.
“Pedro Matos dan Raickovic anak kesayangan Tavares, padahal permainannya sudah mentok, kok masih mainin,” pungkas @bvsthom_, menyoroti dugaan keberpihakan pelatih yang dianggap menghambat kemajuan tim.
Harapan BonekKekalahan telak ini menjadi titik balik bagi Persebaya Surabaya yang harus segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi pemain maupun strategi. Tekanan dari Bonek Mania yang terus mengalir menuntut perubahan nyata agar tim bisa bangkit dan bersaing lebih kompetitif di musim berikutnya.





