Pemkot Bogor ungkap tantangan penertiban dan tata PKL di Surya Kencana

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, terus melakukan penertiban dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Surya Kencana, meskipun ada tantangan berupa keberadaan PKL asal luar kota yang beraktivitas di sejumlah titik.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan penertiban terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan, sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami. Tidak mudah, tetapi Insya Allah, kami konsisten dan bisa. Kami mengontrol hasil penertiban yang selama ini dilakukan,” ujar Dedie.

Berdasarkan laporan yang diterima, kata dia, masih terdapat oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan kembali berjualan di area yang telah ditertibkan.

Baca juga: Pemkot lakukan penataan PKL di Alun-alun Kota Bogor

Dedie menegaskan penataan kawasan Surya Kencana merupakan langkah serius dalam membenahi wajah Kota Bogor, sekaligus mendukung program Presiden Prabowo terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).“Upaya ini tidak mudah, tetapi kita lakukan secara konsisten sebagai bagian dari dukungan terhadap Program ASRI,” katanya.

Usai peninjauan, Pemkot Bogor menggelar rapat pimpinan yang dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama jajaran perangkat daerah untuk memperkuat langkah penataan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut Jenal mengimbau para pedagang agar tidak lagi berjualan di badan jalan maupun trotoar, khususnya di Jalan Pedati, Jalan Bata, Jalan Lawang Saketeng, dan sekitarnya.

Baca juga: Pemerintah Kota Bogor tertibkan 265 PKL di Jalan Cifor Bogor

“Saya memaklumi bahwa berniaga untuk mencari nafkah adalah hal yang sah. Namun ada mekanisme serta lokasi yang telah diatur. Pemkot Bogor tidak mungkin melakukan penertiban tanpa memberikan solusi,” ujar Jenal.

Ia juga menyampaikan hasil pendataan yang menunjukkan sebagian besar PKL di kawasan tersebut berasal dari luar Kota Bogor. Kondisi ini dinilai turut memengaruhi kebersihan dan ketertiban kawasan karena rendahnya rasa memiliki terhadap lingkungan.

Meski demikian Pemkot Bogor memastikan penataan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis serta penyediaan alternatif lokasi bagi para pedagang.

Sebagai bagian dari pemerintah daerah, pihaknya berkewajiban menjaga ketertiban kota demi kepentingan masyarakat luas. “Namun saya orang Bogor, digaji oleh warga Bogor, maka saya wajib menertibkan,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Bogor tingkatkan derajat PKL melalui relokasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Kasus Harimau Mati, Bandung Zoo Jalani Audit Kesehatan Satwa
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Profil Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Siap Cium Lutut Dedi Mulyadi jika Bisa Bangun Jalan dari APBD Rp6 T
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Bojan Hodak Sudah Tahu, Persib Siap Hancurkan Bali United
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Polri Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Lampung, Rugikan Negara Rp160 Miliar
• 37 menit laluidxchannel.com
thumb
Ibu Hamil Harus Makan Telur Tiap Hari? Ini Kata Dokter!
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.