Krisis Energi, India Putuskan Naikkan Pajak Ekspor BBM

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

India kembali menaikkan pajak windfall atas ekspor bahan bakar, khususnya diesel dan avtur (aviation turbine fuel), untuk menjaga pasokan dalam negeri di tengah lonjakan harga energi global.

Kementerian Keuangan India mengumumkan hal tersebut melalui notifikasi resmi, ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut berlaku segera. Langkah ini bertujuan menahan ekspor agar lebih banyak pasokan tersedia untuk kebutuhan domestik.

Baca Juga: Dampak Perang Iran, Harga Bensin Sampai Tembus Rp68.000 di Amerika Serikat

India dalam menaikkan tarif pajak ekspor secara signifikan untuk diesel, dari ₹21,5 menjadi ₹55,5 per liter. Sementara avtur, ia naik dari ₹29,5 menjadi ₹42 per liter. Kebijakan ini diambil di tengah melonjaknya harga minyak dunia yang telah menembus US$100 per barel.

Avtur sendiri merupakan komponen biaya terbesar maskapai. Ia bisa mencapai hingga empat puluh persen dari total biaya operasional. Dengan pembatasan kenaikan harga, maskapai diharapkan tidak menaikkan tarif secara drastis dan stabilitas sektor penerbangan tetap terjaga.

Kombinasi kebijakan pajak ekspor dan pengendalian harga menunjukkan strategi pemerintah setempat untuk menjaga pasokan energi dalam negeri, menekan inflasi dan mengurangi dampak gejolak global.

Sebelumnya, India juga telah menurunkan cukai bensin dan diesel sebesar ₹10. Ia juga telah membatasi kenaikan harga avtur domestik maksimal 25% per bulan. Langkah ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menekan kenaikan tarif penerbangan.

India diketahui mengalami gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. 40% impor minyak negara tersebut melewati jalur dari Selat Hormuz. Jalur tersebut kini menjadi salah satu point dalam negosiasi dari Teheran dan Washington di Pakistan.

Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.

Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.

Baca Juga: Amerika Serikat Mulai Operasi Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Dua Kapal Perang Dikerahkan ke Iran

“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Ingatkan Kepala Daerah Hindari Penyalahgunaan Anggaran Dinas
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gym + Main Bareng Kucing, Cara Unik Turunkan Stres Usai Olahraga
• 19 jam laludewiku.com
thumb
Ahmad Dhani Ngaku Nggak Pernah Dugem saat Muda, Mantan Maia Estianty Berikan Sentilan ini ke-3 Anaknya
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Persija Hajar Persebaya 3-0 
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Mulai Beroperasi Juni 2026, Begini Cara ke Stasiun JIS Naik KRL
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.