Kemenkes tetapkan KLB campak di tujuh daerah Sulawesi Selatan

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Makassar (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto dan Luwu Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Muhammad Yusri Yunus menyampaikan penetapan KLB oleh Kemenkes karena adanya penyebaran penyakit secara nasional, sehingga Kemenkes mengeluarkan edaran untuk melakukan pemetaan termasuk di Sulsel.

"Kemudian ditetapkanlah tujuh daerah KLB campak, meski sebenarnya status KLB ini ditetapkan kabupaten/kota masing-masing, tapi kasusnya telah menyebar secara nasional," kata Yusri di Makassar, Minggu.

Hingga 8 April Dinkes Sulsel mencatat 169 anak positif campak setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Baca juga: Kemenkes prioritaskan vaksin bagi nakes di 14 daerah campak tinggi

Yusri menjelaskan campak ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pada 2025 akhir peningkatan kasus campak sudah mulai muncul. Sementara pada awal 2026 ini gejala campak itu terjadi peningkatan terus, dari Januari, Februari, dan Maret.

"Desember 2025 itu baru tersebar di tiga kabupaten, itu pun baru diagnosis dalam bentuk suspek. Nanti pada saat uji klinik, diperiksa di lab dinyatakan positif tapi semenjak ada diagnosis suspek, kita melakukan upaya pencegahan," ucapnya.

Yusri menyampaikan edaran yang diterbitkan Kemenkes untuk melakukan pemetaan telah disikapi sejak akhir 2025 karena gejala proses peningkatan kasus campak mulai terlihat.

Pada Desember 2025 Dinkes Sulsel juga mengeluarkan edaran melakukan kesiapsiagaan dini terkait kasus campak yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi itu.

Baca juga: BPOM: Perluasan penggunaan vaksin campak perkuat pengendalian KLB 2026

"Di dalamnya itu menjaga stabilitas layanan, bagaimana pola hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan dan sebagainya," kata Yusri.

Selain itu juga dilakukan giat ORI (Outbreak Response Immunization) campak atau imunisasi campak darurat untuk anak usia 9 bulan - 59 bulan guna menghentikan KLB campak.

Yusri juga menguraikan dari data yang telah dihimpun, anak yang terkena campak adalah mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak, sehingga herd imunity (kekebalan kelompok) perlu digalakkan.

"Tidak adanya kekebalan tubuh secara menyeluruh, sehingga yang terkena bisa yang sudah imunisasi dan yang belum kalau virus ini menyebar, artinya semua bisa kena," kata M Yusri Yunus

Disebutkan pula terdapat sejumlah daerah terdampak KLB campak seperti Sinjai. Maka dari itu Dinkes Sulsel mengimbau kepada masyarakat untuk proaktif membawa anaknya untuk vaksin, utamanya bagi mereka yang belum lengkap imunisasinya dan maupun yang telah divaksin.

Baca juga: Komplikasi campak ancam anak, kasus masih meningkat di RI



Pelaksanaan imunisasi pada program ORI yang dilakukan salah satu puskesma secara mobile di akhir pekan guna menekan kasus campak di Makassar. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis Air & Reparasi: Agenda Berani AU 2026 atau Sekadar Retorika?
• 38 menit lalukumparan.com
thumb
Lemhannas Dorong Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang Demi Stabilitas Global
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Jelang Moto3 Spanyol 2026 Pesaing Kuat Veda Ega Pratama Tumbang! David Almansa Patah Siku, Kesempatan untuk Podium Terbuka
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Rekap 10 Saham Paling Cuan dalam Sepekan, Ada yang Melesat 106%
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Cara Mengenali Orang yang Benar-Benar Bahagia
• 17 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.