Wuling Motors mulai memberi kode terkait peluncuran SUV terbarunya, Wuling Eksion. Model ini berpeluang dijual ke pasar sebelum gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun.
Eksion sendiri sejatinya sudah dikenalkan ke publik sejak Februari lalu. Kini, Wuling tinggal menentukan momentum yang tepat untuk memulai penjualan resminya di Indonesia.
Marketing Operation Director Wuling Motors Ricky Christian menyebut, perusahaan tengah menimbang strategi penyegaran produk. Karena itu, peluncuran tidak harus terpaku pada ajang pameran otomotif tahunan seperti GIIAS.
"Jadi tahun ini karena kami, Wuling mempertimbangkan pembaruan produk. Kapannya masih dipelajari. Tapi pengennya lebih cepat (sebelum GIIAS 2026)," kata Ricky di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4).
Menurutnya, antusiasme konsumen terhadap Eksion sudah mulai terasa sejak fase perkenalan. Bahkan, beberapa jaringan diler disebut telah membuka jalur pemesanan meski unitnya belum resmi dijual.
"Kami belum buka resmi tapi ada beberapa diler yang bisa menerima untuk booking sekarang," katanya.
Meski pemesanan mulai dibuka secara terbatas, Wuling belum menentukan nominal tanda jadi untuk unit tersebut. Hal ini lantaran statusnya yang masih menunggu peluncuran resmi.
Soal harga, pabrikan juga masih menahan informasi detail. Selain itu, Ricky juga belum membuka keran pemesanan Wuling Eksion. Namun, Ricky memastikan banderolnya akan disesuaikan agar tetap kompetitif di segmennya.
"Harapannya sih untuk memberikan harga yang bisa diterima oleh masyarakat dan tetap kompetitif," ujarnya.
Dari sisi segmentasi, Eksion diposisikan sebagai SUV tiga baris untuk pasar keluarga. Model ini akan bersaing di ceruk yang saat ini cukup ramai dengan berbagai pilihan dari merek lain.
Secara dimensi, mobil ini punya panjang sekitar 4,7 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 1,7 meter. Posturnya terbilang proporsional untuk menunjang kebutuhan mobilitas tujuh penumpang.
Menariknya, Wuling menyiapkan dua opsi elektrifikasi untuk Eksion, yakni Plug-in Hybrid (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV). Untuk versi listrik murni, dibekali teknologi Magic Battery Pro dengan klaim jarak tempuh hingga 530 km (CLTC).
Sementara varian PHEV mengandalkan teknologi Ling Power yang memungkinkan jarak tempuh gabungan tembus lebih dari 1.000 km. Meski spesifikasi lengkap belum diungkap, fitur seperti panoramic sunroof sudah dipastikan hadir untuk menunjang kenyamanan kabin.
Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi dan konfigurasi tujuh penumpang, Eksion berpotensi menjadi pemain baru yang cukup diperhitungkan di segmen SUV elektrifikasi nasional.





