Tragis! Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam saat Bermain di Sungai Sedodol Pasuruan

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita
Tragis! Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam saat Bermain di Sungai Sedodol PasuruanNasional | inews | Minggu, 12 April 2026 - 09:56Dengarkan Berita

PASURUAN, iNews.id – Seorang balita di Kabupaten Pasuruan, Akhmad Fathir (4) ditemukan tewas usai terseret arus sungai saat asyik bermain bersama teman sebayanya. Insiden tragi situ terjadi di Sungai Sedodol, Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Sabtu (11/4/2026). 

Diperoleh informasi, kejadian nahas bermula saat korban, yang merupakan warga Lingkungan Sedodol RT 02 RW 05, tengah bermain dan berenang di Sungai Sedodol sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Fathir ditemani dua rekan sebayanya, Akmal dan Wahyu. 

Namun, keceriaan bocah-bocah tersebut berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika korban tiba-tiba tenggelam dan tidak lagi muncul ke permukaan air. Melihat rekannya hilang ditelan arus, kedua teman korban langsung berlari meminta tolong kepada warga sekitar. 

Warga yang menerima laporan tersebut segera bergerak cepat melakukan pencarian secara manual. Mereka menyisir aliran sungai dengan peralatan seadanya di tengah kekhawatiran yang mendalam. 

Baca Juga:Sopiah Perempuan asal Musi Rawas Ditemukan Tewas di Kepahiang, Sempat Hilang 5 Hari

Setelah upaya pencarian selama kurang lebih satu jam, tubuh balita malang tersebut akhirnya ditemukan di sekitar Jembatan Sedodol, tak jauh dari titik awal ia dilaporkan hilang. Nahas, saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. 

"Korban ditemukan sekitar satu jam kemudian tidak jauh dari lokasi awal. Petugas dari Polsek Kraton bersama warga langsung mengevakuasi jasad korban ke daratan," ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, Minggu (12/4/2026).

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan pemerintah desa setempat untuk melakukan pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan luar memastikan bahwa korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. 

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah yang tak terelakkan. Mereka menolak untuk dilakukan prosedur visum maupun autopsi lebih lanjut, yang kemudian dituangkan dalam surat pernyataan resmi di hadapan petugas.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Jakarta Harus "Perang" Melawan Ikan Sapu-Sapu?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak Minggu Ini, 13–19 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Penipuan Rekrutmen ASN di Gresik, 9 Orang Korban Kerja Bawa SK Palsu | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kuli Panggul di Blora Nabung Selama 20 Tahun Agar Bisa Berangkat Haji | BERITA UTAMA
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
ADB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Melambat Jadi 5,1% Imbas Perang Iran
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.