JAKARTA, DISWAY.ID - Perang Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki fase penentu setelah gencatan senjata dipilih dan perundingan dilangsungkan di Islamabad, Pakistan.
Meski masih berlangsung alot, perundingan di Islamabad bisa jadi jalan damai bagi dua negara yang sudah saling serang sejak 28 Februari 2026.
BACA JUGA:Pengajuan KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Solusi Akses Pendanaan Modal Usaha yang Cepat
BACA JUGA:Drama MLS! Lionel Messi Nyaris Cetak Gol, Inter Miami Ditahan Red Bulls 2-2
Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan alasan negaranya memilih Pakistan menjadi juru damai atas konflik dengan Amerika Serikat (AS).
Boroujerdi membeberkan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah melakukan sejumlah kegiatan dan upaya untuk terciptanya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.
"Ya, karena kita melihat bahwa Perdana Menteri Pakistan telah melakukan banyak kegiatan, banyak usaha untuk gencatan senjata di wilayah," ungkap Boroujerdi usai menghadiri acara di Kampus Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026.
Kendati demikian, pihaknya menerima tawaran damai yang ditengahi oleh Pakistan.
BACA JUGA:Gencatan Senjata AS–Iran Disambut Positif, Ketum PBNU Minta Dijaga Secara Permanen
Hal itu lantaran Pakistan telah meyakini Iran dan lawannya untuk bernegosiasi damai.
"Oleh karena itu, kita kemudian dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Perdana Menteri (Pakistan) ini, juga kemudian berusaha meyakinkan kami serta meyakinkan lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan," ujar Boroujerdi.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk menjalankan gencatan senjata pada 8 April 2026.
BACA JUGA:Respons Kemlu RI Tanggapi Gencatan Senjata Iran-AS, Terus Dorong Upaya Diplomasi
Iran lantas memilih Pakistan sebagai mediator kunci dalam konflik Amerika Serikat-Iran pada April 2026. Pakistan memfasilitasi gencatan senjata dua pekan dan merencanakan perundingan di Islamabad.
Dipimpin PM Shehbaz Sharif, Pakistan dipilih karena netralitas, kedekatan geografis, dan jalur komunikasi efektif dengan kedua belah pihak, didukung China.





