JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mematangkan langkah besar di sektor pendidikan.
Lewat skema beasiswa baru bertajuk LPDP Jakarta, sebanyak 100 mahasiswa ditargetkan bisa melanjutkan studi ke luar negeri pada tahap awal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, program ini akan memberi peluang lebih luas bagi putra-putri daerah, termasuk masyarakat Betawi.
"Pada tahap awal, kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa. Dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi dan anak Jakarta. Karena bagaimanapun, sebagai ibu kota dan sesuai undang-undang, kita juga harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sekolah di luar negeri," kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4) dikutip Antara.
Baca Juga: Berunding di Islamabad: Delegasi AS Dipimpin Wapres, Ketua Parlemen Iran Pimpin Rombongan
Program ini tidak berdiri sendiri. Pemprov DKI menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pusat untuk memastikan mekanisme berjalan optimal.
Sejumlah pertemuan intensif sudah dilakukan guna merumuskan konsep kerja sama. Bahkan, dalam pekan ini, pembahasan teknis disebut telah menemukan titik terang.
"Mengenai LPDP, saya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan LPDP Pusat. Minggu ini juga ada jajaran Balai Kota merumuskan bagaimana LPDP ini bisa dilakukan dan sudah ada jalan keluar," jelasnya.
Pramono menegaskan kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci utama, mengingat program beasiswa luar negeri tidak bisa dijalankan sepenuhnya secara mandiri oleh daerah.
Fokus Tingkatkan SDM, Prioritaskan Anak Betawi
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- lpdp jakarta
- beasiswa luar
- mahasiswa dki
- pramono anung
- pendidikan jakarta
- beasiswa s2




