Iran Tolak Kesepakatan yang Diajukan AS dalam Perundingan Gencatan Senjata di Pakistan

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Iran dikabarkan menolak syarat kesepakatan yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam perundingan gencatan senjata terbaru yang digelar di Islamabad, Pakistan.

Esmaeil Baqaei Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pembicaraan gagal dan berakhir tanpa kesepakatan apa pun karena tuntutan berlebihan yang diajukan oleh pihak AS. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bahwa diplomasi tidak pernah berakhir.

Terkait pembicaraan tersebut, Baqaei mengatakan bahwa Iran dan AS telah “mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu” dan terdapat “perbedaan pendapat mengenai 2-3 hal penting”.

Juru bicara Kemlu Iran itu juga mencatat bahwa putaran pembicaraan ini adalah yang terpanjang dalam setahun terakhir, berlangsung selama total 24 atau 25 jam.

“Negosiasi ini diadakan setelah 40 hari perang yang dipaksakan dan berlangsung dalam suasana ketidakpercayaan dan kecurigaan. Wajar jika sejak awal kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu pertemuan. Tidak ada yang mengharapkan itu juga,” katanya seperti dikutip kantor berita Tasnim, Minggu (12/4/2026).

Di sisi lain, Pemerintah AS membenarkan bahwa tawaran yang mereka ajukan dalam perundingan itu ditolak oleh Iran. Penolakan itu disampaikan langsung oleh J.D. Vance Wakil Presiden AS, yang memimpin delegasi dalam perundingan tersebut.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, di mana kami bisa berkompromi dan di mana tidak. Namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” kata Vance kepada wartawan usai pertemuan yang dikutip kantor berita Sputnik, Minggu.

Menurut Vance, proposal yang diajukan AS merupakan tawaran final dan terbaik dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah membuka ruang kompromi dalam beberapa aspek, namun tetap mempertahankan batasan tegas dalam isu-isu krusial.

“Kami datang dengan proposal yang sangat sederhana—sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS mengumumkan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan sejak 8 April 2026. Kesepakatan itu diharapkan menjadi pintu masuk menuju perdamaian yang lebih permanen di kawasan.

Namun, dengan penolakan Iran terhadap syarat terbaru yang diajukan AS, proses negosiasi menuju kesepakatan jangka panjang kini menghadapi ketidakpastian.

Perundingan lanjutan terkait perdamaian berkelanjutan di kawasan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu di Pakistan. Delegasi AS dalam perundingan ini juga melibatkan Steve Witkoff utusan khusus presiden serta Jared Kushner, menantu Presiden Trump, bersama sejumlah pejabat dari Dewan Keamanan Nasional, Departemen Luar Negeri, dan Pentagon. Sementara delegasi dari Iran dipimpin oleh Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Patroli di Penginapan Bogor, Langsung Diserahkan ke Orang Tua Masing-Masing
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Rano Karno Tegaskan Jakarta Kota yang Merangkul, Bukan Memisahkan
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Pemberantasan Rokok Ilegal Mendesak, Produksi Tanpa Cukai Gerus Penerimaan Negara
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
X Luncurkan XChat, Aplikasi Pesan Instan dengan Fitur Keamanan Tinggi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Girang Banget! Member NCT WISH Akhirnya Punya Nama Panggilan Bahasa Indonesia
• 8 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.