Kenaikan Harga Avtur Dinilai Bisa Kerek Biaya Logistik sampai 15 Persen

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga avtur di tengah memanasnya situasi perang di Timur Tengah bakal berdampak pada sektor logistik. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memproyeksi lonjakan biaya logistik dengan pesawat bisa mencapai 15 persen.

Sebelumnya, menurut Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Pertamina telah mengumumkan kenaikan harga avtur untuk domestik per 1-30 April rata-rata 70 persen. Sedangkan untuk internasional, naik 80 persen dibanding harga per 1-31 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku berbeda di tiap bandara.

“Dampaknya langsung berimbas ke biaya freight atau angkutannya. Lonjakannya berpotensi 10 sampai 15 persen,” kata Ketua Umum ALFI, Akbar Djohan, kepada kumparan, Minggu (15/4).

Djohan menuturkan, saat ini industri pengiriman logistik perlu melakukan transformasi struktural terkait biaya-biaya lainnya di luar avtur yang membuat tidak efisiennya biaya angkutan kargo atau logistik udara. Langkah ini juga akan dilakukan untuk kargo pada semua moda transportasi termasuk laut, darat dan kereta api.

Meski demikian, langkah itu saja dinilai tak cukup. Djohan juga berharap pemerintah bisa mengeluarkan regulasi untuk mendukung industri dalam situasi seperti ini.

“Harmonisasi regulasi pemerintah perlu di-review tata kelolanya yang lebih pro-bisnis dengan prinsip transparansi, less bureaucracy dan progresif dalam memaksimalkan pelayanan yang memberikan keadilan baik penyedia jasa logistik dan masyarakat sebagai konsumen nya,” ujarnya.

Djohan mendorong agar pemerintah mencari alternatif pasokan serta mempercepat hilirisasi energi di dalam negeri, demi mengatasi lonjakan harga avtur.

“Untuk isu mahalnya avtur, pemerintah perlu mencari sumber lainnya di luar negara Timur Tengah dan berani membuka keran impor dari negara Rusia, dan lainnya sebagai quick win solusi kelangkaan BBM dan turunannya, selain paralel mempercepat hilirisasi energi dalam negeri seperti B50 bahkan B100 dengan memberikan insentif khusus bagi pengusaha energi dalam negeri,” kata Djohan.

Harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada periode 1-31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 13.656,51 per liter. Sementara pada periode 1-30 April 2026, harganya melonjak menjadi Rp 23.551,08 per liter atau naik 72,45 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Larang Ondel-Ondel untuk Ngamen di Jalanan, Ini Alasannya
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Selain Peras Bawahan, Bupati Gatut Juga Atur Vendor Menangkan Lelang Proyek
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
MPR Soroti Peran Strategis Perempuan dalam Pembentukan Karakter di Era Digital
• 37 menit lalujpnn.com
thumb
Pramono Anung Bakal Renovasi Museum MH Thamrin
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Perundingan Gencatan Senjata Iran-AS akan Diperpanjang Sehari
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.