LUMAJANG, KOMPAS.TV - Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan pihak Pertamina Patra Niaga mendatangi sebuah pangkalan elpiji di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.
Bupati mengecek gudang yang menjadi tempat penyimpanan tabung gas elpiji tiga kilogram.
Di sini ada sekitar seribu lebih tabung elpiji yang ditemukan. Bupati pun menilai hal ini di luar kewenangan pangkalan elpiji.
Atas temuan ini, Bupati Lumajang langsung menurunkan papan nama pangkalan di tempat tersebut dan memasang papan penutupan.
Sementara itu, pemilik pangkalan elpiji menyebut dirinya hanya menjalankan perintah pihak agen.
Pertamina Patra Niaga pun melakukan pemutusan hubungan usaha dengan pihak pangkalan, dan memberikan sanksi tegas kepada agen yang nakal, dengan sanksi pengurangan alokasi dari SPBE.
Dari Desa Jarit, Bupati Lumajang dan Pertamina Patra Niaga kemudian menertibkan pangkalan elpiji di Kecamatan Tekung.
Pangkalan tersebut disinyalir menimbun tabung gas elpiji tiga kilogram melebihi kewenangannya.
Harganya bahkan dijual melebihi harga eceran tertinggi atau HET yakni delapan belas ribu per tabungnya.
Melihat adanya penutupan pada sejumlah pangkalan elpiji yang tidak taat aturan ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga meminta pihak Pertamina, agar segera menyiapkan pangkalan elpiji baru agar distribusi elpiji tiga kilogram kepada warga tidak terganggu.
Selain itu, polisi juga diminta untuk segera mengusut adanya agen yang melakukan pemindahan gas elpiji tiga kilogram ke 12 kilogram, sehingga menyebabkan kelangkaan elpiji tiga kilogram yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Warga Jember Terpaksa Memasak Gunakan Kayu Bakar | KOMPAS SIANG
#elpiji #lumajang #elpiji3kg
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- elpiji 3 kg
- pangkalan elpiji
- bupati lumajang
- lumajang
- pertamina
- elpiji 3 kg langka





