Negosiasi Gagal, Iran Sebut AS Tak Bisa Dipercaya

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal sepakat dalam perundingan perdamaian yang dilaksanakan di Islamabad, ibu kota Pakistan.

Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal sepakat dalam perundingan perdamaian yang dilaksanakan di Islamabad, ibu kota Pakistan. (Foto: Ist)

IDXChannel - Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal sepakat dalam perundingan perdamaian yang dilaksanakan di Islamabad, ibu kota Pakistan. Kegagalan tersebut terjadi setelah kedua belah pihak menghabiskan waktu hingga 21 jam.

AS dan Iran dilaporkan tidak sepakat terhadap dua isu utama yakni program nuklir Iran dan pengendalian Selat Hormuz. AS ingin Iran menghentikan seluruh pengayaan uranium sekaligus meminta kontrol bersama soal Selat Hormuz.

Baca Juga:
Wapres AS Sebut Pembicaraan dengan Iran Berakhir Setelah 21 Jam, Tidak Sepakat Damai

Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (12/4/2026), Juru Bicara Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran mengungkapkan, Iran memiliki itikad dan kemauan baik untuk menghentikan perang.

"Tapi karena pengalaman dari dua perang sebelumnya, kami tidak percaya dengan pihak lawan," katanya melalui akun X.

Baca Juga:
Tiga Kapal Tanker Minyak Aman Lewati Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata AS-Iran

Ghalibaf menilai, pihak AS selama negosiasi tidak mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran. Dia juga mengapresiasi Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

"Saya juga berterima kasih atas upaya negara sahabat dan saudara kami Pakistan, dalam memfasilitasi proses perundingan ini, dan saya menyampaikan salam kepada rakyat Pakistan," ujarnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei kepada stasiun TV lokal IRIB juga mengatakan, delegasi Iran dan AS tak sepakat soal dua hingga tiga isu. Selain itu, kedua belah pihak juga memiliki pandangan yang berbeda soal sejumlah isu lain.

Iran dilaporkan tidak tertarik untuk melanjutkan perundingan dengan AS. Namun, Baqaei menekankan bahwa pintu diplomasi masih tetap terbuka dengan Negeri Paman Sam.

Wakil Presiden AS, JD Vance yang memimpin delegasi AS kembali ke negara asalnya setelah negosiasi dengan Iran gagal. Dia menyebut isu utama kegagalan terkait program nuklir.

Vance mengklaim AS telah menawarkan kesepakatan final dan terbaik kepada Iran. Namun, delegasi Iran menolak syarat-syarat yang diberikan AS.

"Saya rasa ini menjadi kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS. Jadi kita kembali pada situasi di mana AS belum mencapai kesepakatan," katanya.

Di tengah proses perundingan, Presiden AS, Donald Trump menegaskan, apapun hasil negosiasi tidak akan berpengaruh bagi AS. Dia mengatakan, AS telah menang berperang dengan Iran.

"Alasannya karena kami sudah menang. Kami sedang berunding cukup serius dengan Iran, apapun hasilnya, kami tetap menang. Kami telah mengalahkan mereka secara militer," kata Trump.

Dalam perundingan tersebut, delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.

Sementara dari pihak Iran, ada lebih dari 70 orang dalam rombongan dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi.

>

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banten dan Ledakan Judi Online
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Mangkunegaran Run 2026 Siap Digelar, Gabungkan Sport Tourism dan Budaya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Perundingan Gencatan Senjata Iran-AS akan Diperpanjang Sehari
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Mayoritas Produksi dalam Negeri, Ketahanan Pangan RI Kuat
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bupati Tulungagung Minta Maaf Usai Ditahan KPK dalam Kasus Pemerasan
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.