JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyarankan kepada para pedagang agar kembali ke cara tradisional menggunakan bungkus daun pisang.
Hal ini untuk mengurangi pemakaian kantong plastik yang kini tengah mengalami kenaikan harga.
"Jadi harga plastik ini memang naik. Untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," kata Pramono di Jakarta Timur pada Minggu, 12 April 2026.
BACA JUGA:Sopir Bajaj Dipalak Preman Tanah Abang Rp100 Ribu, Pramono: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!
Pramono mengatakan, jika ketentuan harga plastik bukan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta harus memiliki inovasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban," ujarnya.
BACA JUGA:Pramono Larang Ondel-Ondel sebagai Ikon Betawi Dipakai Mengamen, Minta Satpol PP Bertindak!
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Ibu Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, secara umum, kenaikan harga plastik di Ibu Kota berada pada kisaran 30 hingga 40 persen.
Ratu mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kata Ratu harga plastik ini lebih disebabkan struktur industri plastik global yang masih sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah.
BACA JUGA:Tak Ada Ampun! Pramono Bakal Pecat PPSU yang Berani Manipulasi Aduan JAKI Pakai AI
Konflok geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz, turut mengganggu rantai pasok global pada produk plastik.
Sebab, wilayah Timur Tengah menjadi salah satu pusat produksi petrokimia dunia karena ketersediaan minyak dan gas sebagai bahan baku utama.
"Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," kata Ratu dalam keterangannya.





