Surabaya (ANTARA) - Pasukan Marinir 2 Surabaya menyatakan investigasi insiden peluru nyasar di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur difokuskan pada uji teknis, pelibatan ahli, serta komunikasi dengan korban guna memastikan penanganan berjalan transparan dan berkeadilan.
“Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu," kata Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto di Surabaya, Minggu.
Ia menambahkan penanganan terhadap korban terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk perawatan, kontrol, dan santunan kepada salah satu korban.
“Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan," ujarnya.
Sementara itu, komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan untuk memastikan penyelesaian yang baik.
“Cuma ini Bu Dewi ini yang belum kita ketemu. Namun, kami tetap terbuka untuk peluang komunikasi ya," katanya.
Menurut dia, uji balistik akan diperkuat dengan data teknis dari PT Pindad (Persero) agar hasil analisis akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: KPPPA pantau proses hukum peluru nyasar TNI AL lukai dua anak Gresik
“Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu," tuturnya.
Selain itu, Pasmar 2 juga menggandeng sejumlah ahli untuk memberikan pandangan independen terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan latihan.
Di sisi lain, proses hukum tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal), seiring keterbukaan Pasmar 2 terhadap langkah hukum dari pihak korban serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan.
Sebelumnya, insiden dugaan peluru nyasar terjadi ketika murid-murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025).
Ada dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15).
Sementara sekitar 2,3 kilometer dari sekolah korban, terdapat lapangan tembak TNI AL yang ketika itu sedang ada latihan menembak rutin.
Pasca insiden, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jawa Timur, untuk menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Koarmada III gelar latihan operasi khusus tingkatkan kesiapsiagaan
Baca juga: Prajurit TNI AL di perbatasan cek kesiapan pada hari pertama kerja
“Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu," kata Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto di Surabaya, Minggu.
Ia menambahkan penanganan terhadap korban terus dilakukan sejak awal kejadian, termasuk perawatan, kontrol, dan santunan kepada salah satu korban.
“Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan," ujarnya.
Sementara itu, komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan untuk memastikan penyelesaian yang baik.
“Cuma ini Bu Dewi ini yang belum kita ketemu. Namun, kami tetap terbuka untuk peluang komunikasi ya," katanya.
Menurut dia, uji balistik akan diperkuat dengan data teknis dari PT Pindad (Persero) agar hasil analisis akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga: KPPPA pantau proses hukum peluru nyasar TNI AL lukai dua anak Gresik
“Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu," tuturnya.
Selain itu, Pasmar 2 juga menggandeng sejumlah ahli untuk memberikan pandangan independen terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan latihan.
Di sisi lain, proses hukum tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal), seiring keterbukaan Pasmar 2 terhadap langkah hukum dari pihak korban serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan.
Sebelumnya, insiden dugaan peluru nyasar terjadi ketika murid-murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025).
Ada dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15).
Sementara sekitar 2,3 kilometer dari sekolah korban, terdapat lapangan tembak TNI AL yang ketika itu sedang ada latihan menembak rutin.
Pasca insiden, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Jawa Timur, untuk menjalani perawatan intensif.
Baca juga: Koarmada III gelar latihan operasi khusus tingkatkan kesiapsiagaan
Baca juga: Prajurit TNI AL di perbatasan cek kesiapan pada hari pertama kerja





