Angka Kecelakaan Bertambah, Keselamatan Motor Jadi Sorotan

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di Indonesia menunjukkan urgensi penguatan sistem keselamatan jalan, khususnya pada kendaraan roda dua yang masih mendominasi korban jiwa.

Setiap jam, sebanyak 2 hingga 3 orang dilaporkan meninggal dunia di jalan raya, dengan mayoritas merupakan pengendara sepeda motor. Ironisnya, kecelakaan kerap terjadi dalam kondisi yang relatif ideal, seperti jalan lurus, cuaca cerah, serta visibilitas yang baik.

Berdasarkan data Korlantas Polri, tercatat 153.930 kecelakaan terjadi di jalan lurus, 151.289 saat cuaca cerah, dan 134.365 pada siang hari. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor risiko tidak hanya berasal dari perilaku pengendara, tetapi juga dari belum optimalnya sistem keselamatan yang mampu mengantisipasi potensi kecelakaan.

Indonesia sejatinya telah memiliki kerangka lima pilar keselamatan jalan melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK). Namun, implementasi antarpilar dinilai belum berjalan seimbang, terutama pada aspek kendaraan berkeselamatan yang masih tertinggal dibandingkan edukasi dan penegakan hukum.

Dewan Pengawas Road Safety Association Rio Octaviano menilai penguatan standar kendaraan, termasuk sistem pengereman, menjadi kebutuhan mendesak dalam menekan angka fatalitas.

Menurutnya, di tingkat global, kecelakaan telah dipandang sebagai road crash yang dapat dicegah, bukan sekadar peristiwa yang tidak terhindarkan.

Baca Juga

  • Purbaya Beri Sinyal Insentif Baru Motor Listrik, Segera Dibahas Bersama Kemenperin
  • 5 Rekomendasi Motor Listrik April 2026: Gesits hingga Alva
  • OJK: Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Tumbuh 9,97% Jadi Rp4,10 Triliun

“Penguatan kendaraan berkeselamatan harus dilihat sebagai upaya perlindungan, bukan beban tambahan,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (12/4/2026).

Pendekatan sistemik tersebut telah lama diterapkan pada sektor transportasi lain seperti penerbangan dan perkeretaapian, di mana setiap insiden menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap standar teknis. Namun, pada kendaraan roda dua, pendekatan serupa belum sepenuhnya diadopsi.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho mengatakan pemerintah terbuka terhadap adopsi teknologi keselamatan yang berkembang secara global. Ia menilai fitur keselamatan kendaraan berperan penting dalam memitigasi kesalahan manusia.

“Pemerintah mendukung pengembangan teknologi keselamatan, dengan tetap mempertimbangkan aspek adaptif terhadap perkembangan,” katanya.

Riset dari POLAR UI menunjukkan bahwa penerapan sistem pengereman yang lebih stabil berpotensi menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun.

Di sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, teknologi keselamatan sepeda motor mulai diterapkan sebagai standar minimum. India, misalnya, telah mewajibkan sistem pengereman tertentu guna meningkatkan keselamatan pengendara.

Sementara itu, Indonesia masih dalam tahap pengembangan kebijakan serupa. Kondisi ini menempatkan penguatan standar kendaraan sebagai salah satu agenda krusial, mengingat tingginya kontribusi sepeda motor terhadap angka kecelakaan.

Praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP Adrianto Sugiarto menyebutkan sekitar 46% kecelakaan di Asia Tenggara melibatkan sepeda motor. Dengan porsi populasi terbesar di kawasan, Indonesia menjadi kontributor signifikan terhadap angka tersebut.

Ia menambahkan, perubahan perilaku masyarakat membutuhkan waktu panjang, sehingga intervensi melalui teknologi menjadi langkah strategis dalam jangka pendek untuk menekan angka fatalitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puluhan SPPG di Sulawesi Tengah Dihentikan Sementara karena Belum Penuhi Standar Sanitasi
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Terpopuler News: Harta Kepala Samsat Bandung yang Dicopot Dedi Mulyadi Dikuliti Netizen, hingga KDM Jawab Tantangan Wagub Kalbar
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah Dibersihkan, Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng Sekitar Bundaran HI Masih Terlihat
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Detik-Detik Astronot Artemis II Mendarat di Laut California, Begini Evakuasi Dramatisnya
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala BGN Jelaskan Soal Anggaran Event Organizer Rp 113 Miliar
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.