Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan struktur industri otomotif nasional sebagai bagian dari percepatan transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik yang kompetitif secara global, khususnya untuk kendaraan roda dua dan roda tiga.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memperdalam struktur industri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta penguatan ekosistem kendaraan listrik.
“Pemerintah berkomitmen mengoptimalkan pendalaman struktur industri otomotif nasional, termasuk melalui kebijakan peningkatan TKDN dan penguatan ekosistem kendaraan listrik,”ujar Agus dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.
Menurutnya, pengembangan industri kendaraan roda dua dan tiga, terutama berbasis listrik, menjadi prioritas karena memiliki dampak luas terhadap investasi, penciptaan lapangan kerja, serta kemandirian industri dalam negeri.
Kinerja sektor ini juga dinilai positif, ditandai dengan bertambahnya jumlah pabrikan, kapasitas produksi yang besar, serta pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor. Selain itu, adopsi kendaraan listrik roda dua menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menegaskan pemerintah akan terus mengawal pertumbuhan industri agar sejalan dengan kebijakan nasional.
“Langkah ini penting untuk memastikan industri dalam negeri semakin kompetitif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional,”ungkap Setia.
Penguatan sektor ini juga didukung melalui kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke QJMotor Manufacture Indonesia di Cikarang. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku industri dalam mendorong investasi dan penguatan struktur industri.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya penerapan TKDN sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif yang mandiri.
“Kami mendorong agar setiap investasi tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN secara bertahap,”kata Saleh.
Dalam kesempatan tersebut, QJMotor Manufacture Indonesia menyatakan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor di kawasan Asia Tenggara, melalui penguatan kapasitas manufaktur, pengembangan rantai pasok lokal, serta peningkatan kualitas produk sesuai standar global.
Pemerintah berharap, dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kolaborasi lintas sektor, transformasi industri otomotif nasional menuju industri yang modern, mandiri, dan berkelanjutan dapat segera terwujud.
Editor: Redaktur TVRINews





