JAKARTA, DISWAY.ID - Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memulai blokade laut di Selat Hormuz setelah perundingan terkait perang dengan Iran gagal.
Presiden AS tersebut menulis bahwa Angkatan Laut AS akan mulai “memblokade” Selat Hormuz melalui platform Truth Social setelah negosiasi perdamaian di Islamabad gagal.
Pada Minggu, 12 April, Trump memerintahkan blokade laut AS terhadap Selat Hormuz sebagai respons atas penolakan.
Trump menyebut Iran keras kepala untuk menghentikan ambisi nuklirnya selama pembicaraan damai di Islamabad dilansir dari Le Monde.
BACA JUGA:Serangan Balasan Iran Hancurkan Markas Besar Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika di Bahrain
Meskipun mengakui bahwa perundingan panjang di Pakistan berlangsung “baik” dan “sebagian besar poin telah disepakati,” Trump mengatakan Teheran menolak mengalah dalam isu program nuklirnya.
“Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” kata Trump di Truth Social.
“Setiap pihak yang menembaki kami atau kapal damai akan DIHANCURKAN!” ancamnya.
BACA JUGA:Menlu Pantau Kondisi WNI Disandera Bajak Laut di Afrika Barat, 2 Berhasil Diselamatkan Angkatan Laut Gabon
Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah pembicaraan akhir pekan dengan tim yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
“Kami meninggalkan tempat ini dengan proposal yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita lihat apakah Iran menerimanya,” kata Vance kepada wartawan.
Delegasi Teheran juga mencakup Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
BACA JUGA:4 Kapal Perang Amerika Merapat ke Perairan Israel, Konsentrasi Angkatan Laut Terbesar Dalam Sejarah
Dalam dua unggahan panjang di Truth Social, Trump mengecam Iran karena berjanji membuka Selat Hormuz namun “dengan sadar” gagal melakukannya.
“Mereka mengatakan telah menempatkan ranjau di perairan, meskipun semua angkatan laut mereka, dan sebagian besar ‘penebar ranjau’ mereka, telah dihancurkan. Mungkin mereka memang melakukannya, tetapi pemilik kapal mana yang mau mengambil risiko?” kata Trump.
- 1
- 2
- »





