Dies Natalis ke-72 GMNI: Tetap Jaga Ideologi Bangsa

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 yang diselenggarakan di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu (11/4).

Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus penguatan komitmen ideologis dalam menjawab tantangan kebangsaan ke depan.

BACA JUGA: DPD GMNI DKI Jakarta Periode 2026-2028 Resmi Terbentuk, Deodatus Sunda Berkomitmen Jaga Muruah Organisasi

‎Peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, kader dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi nasional untuk memperkuat arah gerak organisasi di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang.‎

BACA JUGA: Risyad Fahlefi Ditetapkan Sebagai Ketum DPP GMNI Setelah Ada Peninjauan Ulang

‎Ketua Umum DPP GMNI, M. Risyad Fahlefi, dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 72 tahun GMNI bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan perjalanan ideologi dan pengabdian yang harus terus dijaga.

‎“Tujuh puluh dua tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan ideologi, perjalanan pengabdian, dan perjalanan menjaga api perjuangan agar tetap menyala di tengah pergolakan zaman ” tegasnya.

‎Dia juga mengajak seluruh kader untuk tetap optimistis dan tidak terjebak dalam sikap pesimis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

‎“Lebih baik menyalakan lilin, daripada mengutuk kegelapan. Pesan ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi panggilan ideologis bagi kita semua sebagai kader GMNI,” tuturnya.

‎Lebih lanjut, Risyad menekankan pentingnya kembali pada ajaran Bung Karno, khususnya konsep berdikari dan semangat gotong royong sebagai landasan utama dalam membangun kemandirian bangsa.

‎“Bung Karno telah mengingatkan kita, bahwa kemerdekaan politik tanpa kemandirian ekonomi hanyalah ilusi. Maka Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar norma konstitusi, melainkan manifestasi dari semangat gotong royong,” sambungnya.

‎Dalam konteks kekinian, dia menilai bahwa arus globalisasi dan dominasi kapitalisme menuntut keberanian bangsa untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri.

‎“Negara harus hadir. Bahwa kemandirian ekonomi tidak lahir dari liberalisasi tanpa batas, melainkan dari keberanian mengelola sumber daya sendiri.” ucapnya.

‎Dia juga menegaskan bahwa GMNI memiliki tanggung jawab historis untuk tetap menjadi pelopor dalam memperjuangkan keadilan sosial dan ekonomi rakyat.

‎“GMNI sebagai organisasi kader ideologis memiliki tanggung jawab sejarah. Kita harus menjadi pelopor, menjadi penggerak, dan menjadi penjaga api ideologi bangsa," ucap Risyad.

‎Menutup sambutannya, Risyad mengajak seluruh kader menjadikan momentum Dies Natalis sebagai titik tolak gerakan nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

‎“Momentum Dies Natalis ke-72 GMNI ini adalah refleksi sekaligus konsolidasi. Kita harus bertanya: apakah kita sudah cukup setia pada cita-cita Bung Karno?” serunya.

‎Peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI ini diharapkan menjadi penguat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran GMNI sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal arah pembangunan nasional yang berkeadilan.(flo/jpnn)

BACA JUGA: GMNI UBK Siap Menjadi Barometer Intelektual Mahasiswa Jakarta


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Bertemu Putin Bahas Ketahanan Energi dan Geopolitik Dunia
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Malut United Tumbang dari Dewa United di Kandang, Hendri Susilo Soroti Tajam Game Plan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Real Sociedad lakoni laga ketat kontra Alaves, Elche menang tipis
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kata-kata Mengharukan Mantan Rival Megawati Hangestri Usai Bawa GS Caltex Juara dan Jadi MVP
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan di Banyumas, Pemotor Hilang usai Tabrak Jembatan Sungai Pelus
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.