Banyak Potensi Kerja Sama RI–Rusia Belum Tergarap Maksimal

wartaekonomi.co.id
19 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Rusia masih menyimpan banyak potensi besar yang perlu dioptimalkan untuk mendorong perdagangan berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, dalam Pertemuan ke‑7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI–Rusia pada Kamis (9/4/2026).

Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika ekonomi global, termasuk meningkatnya proteksionisme dan disrupsi perdagangan akibat konflik di Timur Tengah.

“Pada kerja sama dengan Federasi Rusia, kami meyakini terdapat banyak potensi besar yang belum digarap dengan maksimal guna meningkatkan kerja sama perdagangan yang berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ungkap Deputi Edi, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Minggu (12/4).

Momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia pada tahun 2026 ini juga dapat menjadi peluang untuk semakin memperdalam kolaborasi melalui penguatan kerja sama yang lebih luas dan terstruktur. Lebih lanjut, Deputi Edi menyampaikan bahwa kedua negara perlu mendorong percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) serta peningkatan kerja sama di sektor-sektor prioritas, termasuk perdagangan, industri, investasi, ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut, Deputi Ill ichev dalam sambutannya menyampaikan pentingnya implementasi hasil-hasil dari pertemuan sebelumnya, termasuk penandatanganan I-EAEU FTA. Disoroti pula terkait perkembangan kerja sama strategis antara kedua pihak, seperti sektor halal dan konektivitas logistik antara Surabaya dan Vladivostok sejak tahun 2023, serta berharap forum ini dapat menghasilkan langkah konkret menjelang pertemuan lanjutan di Kazan, Federasi Rusia pada Mei mendatang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares turut menyoroti bahwa liberalisasi lebih dari 90% tarif melalui Indonesia–EAEU FTA menjadi langkah penting di tengah tren global terkait proteksionisme. Dubes Tavares mencatat bahwa nilai perdagangan bilateral telah mencapai hampir USD5 miliar pada 2025, namun masih terdapat ruang besar untuk peningkatan melalui diversifikasi perdagangan, penguatan kerja sama industri, serta identifikasi proyek-proyek investasi potensial.

Baca Juga: Indonesia–Rusia Sepakati Penguatan Kerja Sama di Sektor Energi, Pertanian, dan Industri Prioritas

Baca Juga: Segera Temui Putin, Prabowo Coba Buka Opsi Beli Minyak Rusia

“Kita perlu mendorong keterlibatan yang lebih erat antara komunitas bisnis untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi,” ungkap Dubes Tavares.

Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergey Tolchenov menegaskan bahwa dimensi ekonomi merupakan pilar utama dalam penguatan hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Dubes Tolchenov menyoroti juga potensi besar kerja sama di berbagai sektor pertanian, industri halal, teknologi informasi, pengembangan infrastruktur, serta pertambangan dan pengolahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp42 Ribu Hari Ini, Dijual Rp2,818 Juta/Gram
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhan tegaskan otoritas udara RI masih di bawah kendali pemerintah
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Justin Bieber Jadi Headliner Coachella 2026, Tampil Intim dengan Konsep Unik
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Bertolak ke Moskow untuk Bertemu Putin
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Cucu Pendiri NU Bikin Heboh saat Halal Bihalal IKA PMII Jombang
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.