30 Orang Meninggal di Tempat Wisata La Citadelle

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 30 orang tewas dalam insiden pengunjung di pedesaan utara Haiti, menurut pihak berwenang, yang memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat.

Jean Henri Petit, kepala Perlindungan Sipil untuk Departemen Nord Haiti, mengatakan insiden itu terjadi pada hari Sabtu di Citadelle Laferriere, sebuah benteng awal abad ke-19 yang dibangun tak lama setelah kemerdekaan Haiti dari Prancis.

Salah satu objek wisata paling populer di Haiti, "La Citadelle" dipenuhi oleh siswa dan pengunjung yang datang untuk berpartisipasi dalam perayaan tahunan di benteng tersebut, yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 1982.

Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aime mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "menyampaikan belasungkawa tulusnya kepada keluarga yang berduka dan meyakinkan mereka akan solidaritasnya yang mendalam selama masa berkabung dan penderitaan yang besar ini".

Ia menambahkan bahwa “banyak anak muda” hadir dalam perayaan di La Citadelle, meskipun tidak diketahui siapa yang meninggal, dan pernyataan perdana menteri tidak memberikan perkiraan jumlah korban jiwa.

Petit mengatakan bahwa insiden penyerbuan terjadi di pintu masuk lokasi, dan menambahkan bahwa hujan semakin memperburuk bencana tersebut.

Baca Juga

  • KBRI Havana Imbau 7 WNI Waspadai Kondisi di Haiti, Dubes Siapkan 3 Strategi Perlindungan
  • Perdana Menteri Haiti Ariel Henry Mengundurkan Diri usai 'Kabur' ke Puerto Rico
  • Update Kabar 22 WNI setelah Badai Franklin Hantam Republik Dominika dan Haiti

Pemerintah Haiti mengkonfirmasi bahwa insiden perkelahian tersebut memang terjadi dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.

“Perdana Menteri Republik Haiti, Yang Mulia Bapak Alix Didier Fils-Aimé, dan seluruh Pemerintah telah mengetahui dengan sangat sedih insiden tragis yang terjadi pada hari Sabtu ini di Benteng Laferrière, di Milot, selama kegiatan wisata yang mempertemukan banyak anak muda,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Surat kabar lokal Le Nouvelliste mengatakan setidaknya 30 orang tewas dan pencarian sedang dilakukan untuk menemukan korban selamat. Surat kabar tersebut mengutip Jean Henry Petit, kepala perlindungan sipil untuk Departemen Nord Haiti.

Media lokal melaporkan adanya rumor bahwa polisi di Milot menggunakan terlalu banyak gas air mata untuk membubarkan perkelahian di dekat Benteng, dan itulah yang menyebabkan kepanikan dan penyerbuan yang terjadi kemudian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi di Tengah Lonjakan Stok Beras
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Iran Siap Capai Kesepakatan yang Adil dengan AS, Pezeshkian: Demi Perdamaian dan Keamanan
• 30 menit lalutvonenews.com
thumb
TechnoGIS Perkenalkan Platform iT Sensing pada Smart City Expo Taiwan 2026
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Breaking News! Gempa Besar M5,7 Guncang Aceh
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Mangkunegaran Run 2026 Siap Digelar, Gabungkan Sport Tourism dan Budaya
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.