Badung: Pemerintah Kabupaten Badung memfasilitasi bantuan transportasi berupa dua unit bus bagi setiap desa adat. Fasilitas ini digunakan untuk pelaksanaan persembahyangan (tirtayatra) ke berbagai pura di Bali.
“Kami terus memperkuat komitmen dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat salah satunya melalui program ini,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan kelanjutan program yang telah berjalan dari tahun sebelumnya. Tujuannya untuk memastikan umat Hindu dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman.
Baca Juga :
Mengapa Pura Besakih Disebut Pura Terbesar di Bali? Ini PenjelasannyaMelalui fasilitas itu, Pemkab Badung berharap mobilitas krama desa adat dalam menjalankan tradisi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan lebih lancar. Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat pelestarian adat dan budaya.
“Kami berharap dapat membantu masyarakat melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan lancar,” ujar Adi.
Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat penganyaran di Pura Ulun Danu Batur. ANTARA/HO-Pemkab Badung
Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Made Widiana mengungkapkan pihaknya mencatat animo desa adat terhadap program itu cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat desa adat yang mengajukan permohonan bantuan armada bus kepada Pemkab Badung untuk melakukan tirtayatra.
“Permohonan ini rata-rata berkaitan dengan pelaksanaan tirtayatra ke sejumlah pura besar atau Pura Kahyangan Jagat di Bali, seperti Pura Besakih dan Pura Batur yang saat ini tengah melaksanakan prosesi Pujawali,” ungkap dia.




