JAKARTA, KOMPAS.TV - Menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga fisik. Aktivitas padat ditambah kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci bisa menjadi pemicu munculnya berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah dengan riwayat penyakit tertentu.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan Sp.KO, mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit kronis yang sudah ada.
"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," ujarnya dikutip Antara, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran di Islamabad, Pakar HI Ungkap Peluang Kesepakatan Akhir Perang-Selat Hormuz
Berikut 5 Hal yang harus diwaspadai para jemaah haji.
1. Aktivitas fisik berat bisa ganggu kadar gula darah
Lonjakan aktivitas selama haji dapat berdampak langsung pada kadar gula darah, baik menurun drastis maupun melonjak tinggi.
Hipoglikemia terjadi saat kadar glukosa turun di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini umum dialami penderita diabetes, meski bisa juga terjadi pada orang tanpa riwayat penyakit tersebut.
Sebaliknya, hiperglikemia muncul ketika kadar gula darah melonjak di atas 300 mg/dL. Situasi ini sering dipicu oleh stres dan pola makan yang tidak terkontrol selama ibadah.
2. Cuaca panas dan kelelahan picu tekanan darah naik
Tak hanya gula darah, tekanan darah juga rentan meningkat selama ibadah haji. Kombinasi kelelahan fisik, dehidrasi, serta paparan suhu tinggi menjadi faktor utama pemicunya.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- kesehatan haji
- jemaah haji
- penyakit kronis
- cuaca ekstrem
- persiapan haji
- ibadah haji





