Profil Rhoma Irama, Raja Dangdut yang Sentil Kinerja LMKN Usai Royalti Musik Dangdut Anjlok Jadi Rp25 Juta

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Simak profil Rhoma Irama, Raja Dangdut yang singgung soal penurunan royalti musik dangdut dari miliaran rupiah jadi Rp25 juta. Tak hanya itu, Rhoma juga menyentil soal kinerja Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Rhoma menyebut perubahan sistem di tubuh LMKN lah yang menyebabkan kekacauan distribusi royalti sekarang ini. Apalagi, sistem itu diterapkan oleh LMKN tanpa sosialisasi yang memadai.

Selain itu, Rhoma juga menyoroti masalah penurunan royalti musik dangdut. Sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMMDI), Rhoma mengaku bingung.

Pasalnya, di dalam kondisi normal, royalti yang diterima bisa mencapai miliaran rupiah dalam satu periode. Namun kini, angka itu turun menjadi Rp 25 juta untuk seluruh musisi yang terdaftar.

"Mereka biasanya mendapat Rp 1,5-an miliar per periode, ini kemarin cuma dapat Rp 25 juta, gimana baginya?” kata Rhoma Irama di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026) dlansir Wartakotalive.com.

Akhirnya, sebagai bentuk kepedulian, Rhoma Irama menyalurkan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk para anggota yang terdampak. Bantuan itu diserahkan melalui pengurus PAMMI untuk didistribusikan ke yang membutuhkan.

Sentil kinerja LMKN soal royalti musik dangdut, lantas seperti apa profil Rhoma Irama? Simak penjelasannya.

Profil Rhoma Irama

Raden Oma Irama atau yang akrab disapa Rhoma Irama adalah pedangdut dan aktor papan atas Tanah Air. Mengutip dari Kompas.com, Rhoma mengawali kariernya bersama Gayhand pada tahun 1963.

Tak berselang lama, ia bergabung dalam kelompok Orkes Melayu bernama Chandraleka dan EL Sitara. Rhoma Irama lantas memutuskan membentuk band sendiri yang diberi nama Soneta pada 1973.

 

Benar saja, band itu sukses besar hingga menjadi sorotan publik Tanah Air. Bersama Soneta, pria yang dijuluki sebagai Raja Dangdut itu telah sukses merilis 18 album.

Beberapa album yang menjadi hits yang bertajuk "Begadang" (1973), "Darah Muda" (1975), dan "Bujangan" (1994). Karya-karya Rhoma banyak dikagumi publik lantaran mampu menggabungkan berbagai aliran musik seperti melayu, rock pop, dan India.

Tidak hanya itu, lirik lagu yang diciptakannya memiliki cerita dari semua aspek seperti agama, cinta hingga kritik sosial. Tak heran, jika karya-karya indah sang penyanyi masih melegenda hingga saat ini.

Selain bernyanyi, Rhoma Irama juga melebarkan sayapnya dengan terjun ke dunia seni peran. Ia berperan dalam beberapa film, salah satunya Satria Bergitar.

Tercatat sudah 29 film yang telah ia perankan serta beberapa serial televisi seperti Ibnu Sabil dan Kampung Dangdut. Tak hanya itu, sederet penghargaan juga berhasil diraih Rhoma di sepanjang kariernya.

Beberapa penghargaan yang telah ia dapatkan di antaranya sebagai The South East Asia Superstar Legend di Singapura hingga menerima rekor MURI sebagai Penyanyi Legend. Setelah sukses di dunia hiburan, Raja Dangdut ini terjun ke dunia politik.

Pada tahun 2014, Rhoma Irama menjadi salah satu kandidat calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selain itu, Rhoma juga aktif mengelola konten Youtube.

Demikianlah profil Rhoma Irama, raja dangdut yang sentil kinerja LMKN usai royalti musik dangdut anjlok jadi Rp25 juta. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Honor of Kings World Buka Registrasi Periode Alpha Test PC
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Tak Kunjung Dilirik John Herdman, Winger Keturunan Solo Ini Justru Makin Bersinar di Thailand
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Deng Kai Diserbu Fans, Dari Pangeran Sadis ke Kisah Cinta Lama
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Nasib Apes Kevin Diks di Bundesliga: Berjuang Jatuh Bangun Lawan Leipzig, Malah Cedera dan Tim Terkapar
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Prediksi Chelsea vs Man City Malam Ini: Jadwal, Jam Tayang, Live Streaming & Head to Head
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.