Di Balik Seragam Oranye: Ketika PPSU Memilih Jujur di Tengah Godaan Manipulasi Akal Imitasi

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan manipulasi dokumentasi pekerjaan oleh petugas PPSU di Kelurahan Kalisari membuka tabir persoalan yang lebih dalam dari sekadar laporan yang dipoles agar terlihat selesai. Di tengah kemajuan teknologi, realitas kini tak lagi sekadar dilaporkan, tetapi juga bisa diproduksi melalui akal imitasi (AI).

Foto dan dokumentasi yang dulu menjadi bukti kerja kini bisa direkayasa dengan mudah, membuat batas antara kerja nyata dan sekadar tampilan semakin kabur, bahkan di level pelayanan publik yang paling dekat dengan masyarakat.

Advertisement

BACA JUGA: 1.790 Pasukan Oranye Disiagakan Tangani Sampah di 25 Titik Rawan Banjir Jakarta

Di tengah permasalahan itu, muncul satu pertanyaan yang kini terasa semakin relevan: ketika teknologi bisa membuat pekerjaan 'terlihat selesai' tanpa benar-benar dikerjakan, siapa yang masih bertahan pada kerja nyata?

Di tengah polemik tersebut, sosok Muklisin hadir sebagai kontras. Melalui akun media sosialnya @skil_zona_sia_sia, ia rutin membagikan dokumentasi pekerjaan dalam format before-after lengkap dengan waktu dan lokasi. Bukan sekadar laporan, tetapi bukti nyata dari kerja fisik yang dilakukan setiap hari.

"Waktu ketemu Bapak Gubernur DKI Jakarta (Pramono Anung) membahas tentang kinerja dan memberikan apresiasi kepada saya serta dukungan, untuk selalu support kinerja PPSU, yang selalu menjaga amanah saat menjalankan tugas," ujar Muklisin (40), petugas PPSU wilayah Jakarta Utara yang dikenal konsisten menunjukkan kerja nyata di lapangan.

Bagi Muklisin, bekerja bukan hanya soal menyelesaikan laporan, tetapi tentang tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Dari Keterbatasan Menuju Pengabdian

Perjalanan Muklisin menjadi petugas PPSU tidak dimulai dari pilihan yang mudah. Ia mengaku pekerjaan ini awalnya lahir dari keterbatasan.

"Sejak 2010, sewaktu di swasta dan diambil-alih ke Kecamatan pada 2015, lalu diserahkan ke Kelurahan 2016 untuk bergabung di PPSU, waktu berdiri nya PPSU tahun 2015 itu kekurangan orang, jadi dari Kecamatan bagian Pesada dan PHB di oper ke kelurahan sebagai PPSU," ujarnya saat dihubungi tim Liputan6.com, Minggu (12/4/2026).

Muklisin juga menyebut bahwa latar belakang pendidikan menjadi salah satu alasan dirinya memilih pekerjaan ini.

"Awal mula karena kendala ijazah, kerja ditempat lain tidak bisa mengunakan ijazah SD-SMP, jadi saya putuskan ikut kerja kebersihan di PPSU," katanya.

Dari keterbatasan itu, Muklisin justru menemukan makna pengabdian. Ia menjalani pekerjaan yang sering kali dipandang sebelah mata, namun memiliki dampak langsung bagi kehidupan warga.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil FIFA Series 2026: Sempat Unggul, Timnas Putri Indonesia Kandas dari DR Congo 1-7
• 15 jam lalubola.com
thumb
Piala Presiden 2026 Berpotensi Gunakan Format Baru
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viral Sopir Bajaj di Tanah Abang Dipalak Preman Rp 100 Ribu, Pram: Tindak Tegas!
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
JK Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Ceramah soal Mati Syahid
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Sepekan ke Depan, Harga Minyak Berpotensi di Kisaran 79–108 Dolar AS
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.