Rupiah Melemah ke Rp 17.135 per Dolar AS Usai Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika serikat (AS) kian melemah pagi ini, Senin (13/4). Ini terjadi bersamaan dengan gagalnya Iran-AS mencapai kesepakatan dalam perundingan di Pakistan.

Mengutip Bloomberg, rupiah turun 31 poin (0,18 persen) ke Rp 17.135 per Dolar AS pada pukul 9.19. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka turun 0,65 persen ke level 7.410.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan stabilitas moneter menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global. Dia menyebut, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.

“BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).

Destry memastikan, BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang. Baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market.

Di samping itu, Destry mengatakan, dampak Perang Timur Tengah bersifat dua arah. Menurutnya, kenaikan harga komoditas serta posisi Indonesia sebagai negara eksportir mampu memberikan efek positif bagi perekonomian domestik.

“Kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita. Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” tegasnya.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/4), menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di Selat Hormuz, meningkatkan ketegangan setelah perundingan panjang dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, sekaligus mengancam keberlangsungan gencatan senjata dua minggu yang rapuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ATM Beras Kota Kediri Kembali Beroperasi 16 April, Sasar Warga yang Belum Tersentuh Bansos Pusat
• 12 detik lalurealita.co
thumb
Pertamina Mulai Program Pasar Murah dari Tuban, Ringankan Beban Kebutuhan Pokok Masyarakat
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
RI Gandeng China, Produksi Padi Bisa Naik 100% Sampai 12 Ton/Hektare
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Kunjungi Rusia, Jubir Kementerian ESDM: untuk Ketahanan Energi Jangka Panjang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Bupati Bogor Temukan Potensi Wisata Sejarah di Puncak
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.